INACA: Boeing Harus Ikut Tanggung Jawab soal Jatuhnya Pesawat JT 610

Kompas.com - 29/11/2018, 17:47 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Penerbangan Sipil Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menilai, perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat, Boeing harus turut bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610.

"Saya lihat pihak Boeing juga harus tanggung jawab juga dalam hal ini," ujar Sekretaris Jenderal INACA Tengku Burhanuddin di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

INACA meyakini bahwa pesawat Lion Air JT-610 layak terbang baik saat penerbangan Denpasar-Jakarta sehari sebelum pesawat itu jatuh maupun saat memutuskan terbang Jakarta-Pangkalpinang di hati kejadian.

Sebab kata dia, tidak mungkin pilot memutuskan untuk terbang bila kondisi pesawat tidak layak terbang. Terlebih engineer juga sudah menyatakan pesawat tersebut layak terbang sebelum terbang.

Baca juga: Klarifikasi, KNKT Nyatakan Lion Air PK-LQP Layak Terbang

Namun bila saat penerbangan pesawat mengalami masalah, menurutnya hal itu lain soal. Menurut dia, kerusakan pesawat JT 610 saat terbang harus diinvestigasi.

"Kita tahu dari FAA mengeluarkan aturan kepada Boeing mungkin ada lag yang Boeing harus diberitahukan," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mungkin ada sesuatu masalah itu di bagian dari pesawat itu jadi ada masalah. Itu yang harus kita lihat kenapa itu bisa rusak. itu harus diselidiki lebih dulu kenapa," sambung dia.

Sebelumnya Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menegaskan bahwa pesawat Lion Air PK-LQP layak terbang. Namun terdapat berbagai masalah dalam tiga hari sebelum pesawat itu jatuh.

Dalam tiga hari, ada enam masalah yang dialami pesawat itu. Hal ini diketahui Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berdasarkan data perawatan pesawat.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.