Susi: Masih Ada yang Ambil Kepiting Bertelur? Malu Dong...

Kompas.com - 30/11/2018, 10:47 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat acara buka puasa bersama wartawan di rumah dinasnya, Jakarta Selatan, Rabu (23/5/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat acara buka puasa bersama wartawan di rumah dinasnya, Jakarta Selatan, Rabu (23/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi "menyentil" orang-orang yang kerap menangkap kepiting bertelur untuk kepentingan apapun. Harusnya, kata Susi, orang itu malu karena nelayan kecil pun tahu kepiting bertelur tak boleh ditangkap.

Salah satu nelayan penangkap kepiting yang memegang prinsip tak menangkap kepiting bertelur adakah Susanti. Beberapa hari lalu, Susi bertemu dan bicara dengan Susanti saat berkunjung ke Belitung.

"Ibu Susanti ini paham bahwa kepiting bertelur itu tidak boleh ditangkap. Kalau yang tertangkap adalah kepiting bertelur, beliau kembalikan lagi ke laut," kata Susi dalam Instagram pribadinya, Kamis (29/11/2018).

"Apakah masih ada kawan-kawan yang ambil kepiting bertelur? Malu sama Ibu Susanti dong," sambung menteri nyentrik asal Pangandaran, Jawa Barat itu.

Susanti adalah cermin nelayan yang paham soal keberlanjutan. Dengan tidak menangkap kepiting bertelur, hal itu bisa menjaga keberadaan dan ketersediaan populasi kepiting.

Aturan pelarangan menangkap kepiting bertelur sendiri sudah diatur oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak beberapa tahun lalu.

Dalam video yang dibagikan Susi, Susanti mengungkapan alasan melepas kepiting bertelur. Ia yakin dengan hal itu maka keberlanjutan populasi kepiting akan terus terjaga.

"Tuhan maha adil, nanti (juga) ketemu lagi (kepiting-kepiting yang lain)," kata dia

Sementara itu Susi sendiri mengaku sangat tersentuh mendengar cerita Susanti yang bekerja mencari nafkah dengan menangkap kepiting mulai malam hingga menjelang subuh. Lebih dari 7 jam berada di laut.

Bagi Susi, Susanti adalah seorang istri, ibu dan nelayan yang berjuang untuk keluarganya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X