Faisal Basri Sebut Harga BBM Naik Setelah Pilpres, Ini Kata Pemerintah

Kompas.com - 30/11/2018, 16:38 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat diwawancarai di Lombok, NTB, Jumat (21/9/2018).-KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat diwawancarai di Lombok, NTB, Jumat (21/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah angkat bicara terkait kemungkinan pemerintah kenaikan harga BBM dan tarif listrik pasca Pilpres 2019, siapapun yang terpilih nanti.

Sebelumnya, ekonom Faisal Basri menyakini harga BBM dan tarif listrik akan tetap naik pasca Pilpres 2018, siapapun presidennya yang terpilih.

"Itu perkiraan aja," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Darmin tak mau berandai-andai terkait kebijakan kenaikan harga BBM dan tarif listrik saat ini. Menurut dia, hal itu baru bisa dibicarakan setelah pertengahan 2019 saja.

Baca juga: ESDM: Sudah Ada Perusahaan yang Turunkan Harga BBM Non Subsidi

Pemerintah sendiri mengatakan, setiap kenaikan harga BBM dan tarif listrik pasti akan memiliki dampak kepada kenaikan inflasi. Sebab hal itu bisa berdampak kepada kenaikan harga bahan-bahan makanan.

Oleh karena itu pengendalian harga bahan makanan menjadi sangat krusial bila ada kenaikan harga BBM atau tarif listrik.

"Volatile food itu soal memelihara supply. Artinya kalau kita produksi bagus untuk volatile food mestinya enggak ada apa-apa. Harga tenang-tenang aja tapi kalau enggak bagus, ya harus cepat mengambil keputusan," kata Darmin.

Sebelumnya, Faisal Basri menilai, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif listrik tidak akan bisa dihindari tahun depan. Siapa pun presiden yang terpilih pada Pilpres 2019, akan dihadapkan dengan persoalan itu.

Namun Faisal menilai, kenaikan harga BBM dan tarif listrik akan lebih cepat bila pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin terpilih. Hal itu kata dia bisa terjadi karena Jokowi adalah petahana.

"Kalau pasangan nomor satu menang, kanaikan tarif listrik dan BBM akan lebih cepat sekitar Mei atau Juni 2019," ujarnya dalam seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2019, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

"Supaya nanti setelah dilantik untuk kedua kali, sudah bersih dari PR-PR yang ditinggalkannya sendiri," sambung Faisal.

Sementara itu kalau Prabowo-Sandiaga Uno menang, Faisal memperkirakan kenaikan harga BBM dan tarif listrik akan dilakukan di akhir 2019.

Faisal tak yakin Prabowo akan terus menahan kenaikan harga BBM dan tarif listrik. Sebabnya kata dia, di belakang Prabowo terdapat para ekonom yang juga rasional.

Menahan kenaikan harga BBM dan tarif listrik justru akan terus menekan keuangan Pertamina dan PLN. Sebab saat ini harga minyak dunia sudah melonjak naik.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X