Kemenhub Kawal 2 Rekomendasi KNKT soal Jatuhnya Pesawat Lion Air

Kompas.com - 30/11/2018, 17:12 WIB
Tim SAR gabungan memasukan kotak penyimpan berisi bagian dari kotak hitam (black box) pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan  JT 610 ke dalam koper usai ditemukan di atas KR Baruna Jaya I, di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/11/2018). Bagian dari kotak hitam tersebut diserahkan ke pihak KNKT untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. MUHAMMAD ADIMAJATim SAR gabungan memasukan kotak penyimpan berisi bagian dari kotak hitam (black box) pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 ke dalam koper usai ditemukan di atas KR Baruna Jaya I, di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/11/2018). Bagian dari kotak hitam tersebut diserahkan ke pihak KNKT untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) memastikan akan mengawal rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) terkait jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengatakan bahwa KNKT sudah mengeluarkan dua rekomendasi dalam laporan awalnya. Rekomendasi itu tertuju kepada Lion Air.

"Mendukung sepenuhnya dengan mastikan dan mengawal rekomendasi KNKT ini agar dilaksanakan oleh Lion Air," seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Rekomendasi KNKT kepada Lion Air yakni pertama, meminta Lion Air menjamin implementasi dari Operation Manual Part A subchapter 1.4.2 dalam rangka meningkatkan budaya keselamatan dan untuk menjamin pilot dapat mengambil keputusan untuk meneruskan penerbangan atau tidak.

Baca juga: Klarifikasi, KNKT Nyatakan Lion Air PK-LQP Layak Terbang

Sementara itu rekomendasi kedua yakni KNKT meminta kepada Lion Air untuk menjamin semua dokumen operasional diisi secara tepat. Hal ini menyusul adanya perbedaan data pramugari dalam penerbangan JT-610.

Selain itu, Polana juga menugaskan inspekturnya ikut serta dengan Tim KNKT untuk melakukan uji terbang menggunakan simulator Boeing di Seattle Amerika Serikat.

Sebelumnya, Lion Air mengakui tidak memiliki simulator B737 Max 8, jenis pesawat yang jatuh di perairan Karawang 29 Oktober 2018. Meski begitu, Lion Air memastikan sudah melatih pilotnya dengan simulator B737 yang dimiliki Lion Air sesuai instruksi Boeing.

Pasca kecelakaan Lion Air JT610, Dirjen Perhubungan Udara telah mengambil langkah-langkah penanganan dan antisipasi.

Intensifikasi pemeriksaan terhadap seluruh pesawat melalui ramp check dan special inspection terhadap pesawat jenis B737-8 MAX yang beroperasi di Indonesia.  Hasilnya, seluruh pesawat B737-8 MAX tersebut layak terbang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X