Perang Dagang Tak Mereda, Investasi Makin Deras Keluar dari China

Kompas.com - 30/11/2018, 17:30 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah turut menantikan hasil pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di KTT G20. Sebab, pertemuan itu akan menentukan kebijakan perang dagang kedua negara.

Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, kesepakatan Trump dan Xi Jinping akan meredakan situasi perang dagang. Namun bila tidak, maka perang dagang akan berlanjut.

"Tinggal kita lihat apakah perang perdagangan menguat atau mereda. Kalau mereda mungkin relokasi investasi dari China tidak akan banyak," ujarnya di Jakarta, Jumat (30/11/2018)

Baca juga: Apa Jadinya bila Pertemuan Trump-Xi Jinping di KTT G20 Buntu?

"Namun, kalau (perang dagang) makin keras, relokasi investasi akan makin deras. Dan kita berkepentingan untuk dia masuk," sambung Darmin.

Saat ini para investor di China sudah gerah dengan perang dagang. Sebab produk dari China yang akan masuk ke AS dikenai bea masuk yang tinggi. Hal ini tentu membuat para investor terjepit.

Oleh karena itu, merelokasi industrinya keluar dari China menjadi opsi yang rasional agar produknya tak dikenai ketentuan bea masuk yang tinggi oleh AS.

Relokasi sudah dilakukan beberapa perusahaan, namun diyakini hal itu akan kian masif bila Trump dan Xi Jinping tak mencapai kesepakatan baru soal perdagangan kedua negara.

Baca juga: Di Forum G20, Sri Mulyani Sampaikan Strategi Tarik Investor

Pemerintah sendiri sudah meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang penuh dengan insentif. Misalnya saja kebijakan tax holiday yang memungkinkan para investor tak perlu bayar PPh Badan hingga 20 tahun.

Diharapkan berbagai insentif di Paket Kebijakan Ekonomi XVI bisa menggoda investor dari China merelokasi industrinya ke Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.