Perang Dagang Tak Mereda, Investasi Makin Deras Keluar dari China

Kompas.com - 30/11/2018, 17:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat diwawancarai di Lombok, NTB, Jumat (21/9/2018). -KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat diwawancarai di Lombok, NTB, Jumat (21/9/2018).

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah turut menantikan hasil pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di KTT G20. Sebab, pertemuan itu akan menentukan kebijakan perang dagang kedua negara.

Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, kesepakatan Trump dan Xi Jinping akan meredakan situasi perang dagang. Namun bila tidak, maka perang dagang akan berlanjut.

"Tinggal kita lihat apakah perang perdagangan menguat atau mereda. Kalau mereda mungkin relokasi investasi dari China tidak akan banyak," ujarnya di Jakarta, Jumat (30/11/2018)

Baca juga: Apa Jadinya bila Pertemuan Trump-Xi Jinping di KTT G20 Buntu?

"Namun, kalau (perang dagang) makin keras, relokasi investasi akan makin deras. Dan kita berkepentingan untuk dia masuk," sambung Darmin.

Saat ini para investor di China sudah gerah dengan perang dagang. Sebab produk dari China yang akan masuk ke AS dikenai bea masuk yang tinggi. Hal ini tentu membuat para investor terjepit.

Oleh karena itu, merelokasi industrinya keluar dari China menjadi opsi yang rasional agar produknya tak dikenai ketentuan bea masuk yang tinggi oleh AS.

Relokasi sudah dilakukan beberapa perusahaan, namun diyakini hal itu akan kian masif bila Trump dan Xi Jinping tak mencapai kesepakatan baru soal perdagangan kedua negara.

Baca juga: Di Forum G20, Sri Mulyani Sampaikan Strategi Tarik Investor

Pemerintah sendiri sudah meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang penuh dengan insentif. Misalnya saja kebijakan tax holiday yang memungkinkan para investor tak perlu bayar PPh Badan hingga 20 tahun.

Diharapkan berbagai insentif di Paket Kebijakan Ekonomi XVI bisa menggoda investor dari China merelokasi industrinya ke Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Whats New
Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Whats New
Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Whats New
Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Whats New
Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Whats New
Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Whats New
Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Whats New
LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

Whats New
Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Whats New
Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Whats New
Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Whats New
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Rilis
Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Rilis
IHSG Ditutup Melemah 1,3 Persen, Bagaimana dengan Rupiah?

IHSG Ditutup Melemah 1,3 Persen, Bagaimana dengan Rupiah?

Whats New
Wamenkeu: Perbankan Bakal Lebih Selektif, Hanya Berikan Kredit buat Ekonomi Hijau

Wamenkeu: Perbankan Bakal Lebih Selektif, Hanya Berikan Kredit buat Ekonomi Hijau

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.