Bogasari Dorong Pertumbuhan Entrepreneur Muda di Bidang Makanan - Kompas.com

Bogasari Dorong Pertumbuhan Entrepreneur Muda di Bidang Makanan

Kompas.com - 30/11/2018, 19:38 WIB
Salah seorang Peserta Bogasari Young Foodpreneur Challenge 2018. DOKUMEN BOGASARI Salah seorang Peserta Bogasari Young Foodpreneur Challenge 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia industri menaruh perhatian penuh pada pertumbuhan manusia usia produktif yang dikenal sebagai bonus demografi di Indonesia. Oleh karena itu, puncak bonus demografi yang akan terjadi di tahun 2030 haruslah dipersiapkan jauh hari.

PT Indofood Tbk Divisi Bogasari sebagai pelaku industri sektor bahan makanan ikut mempersiapkan para kelompok usia muda dan produktif sejak dini melalui program “Bogasari Young Foodpreneur Challenge 2018”.

Program tersebut merupakan kompetisi bisnis di bidang industri makanan berbasis terigu.

Vice President Commercial Bogasari Ivo Ariawan Budiprabawa mengatakan, proram ini bertujuan untuk mendorong semangat entrepreneur dan perkembangan food startup business anak muda masa kini.

Baca juga: Cerita Para Entrepreneur Indonesia Melawan Dominasi Produk Impor

“Melalui kegiatan ini , Bogasari memberi kesempatan kepada para anak muda yang sudah startup untuk mengenalkan sekaligus meningkatkan nilai usaha rintisannya. Sedangkan anak-anak SMK, ditantang sekaligus diinspirasi untuk mulai belajar menjadi young foodpreneur,” ujar Ivo dalam keterangan tertulis, Jumat (30/11/2018).

Ivo mengatakan, Bogasari ingin menjadi platform yang membantu dan menantang generasi millenial mengembangkan bisnis makanan berbasis terigu agar menjadi lebih baik.

Dalam perjalanan usahanya nanti, Bogasari menargetkan para foodpreneur muda menjadi mitra Bogasari. Ivo optimistis dengan adanya pertumbuhan pelaku bisnis makanan berbasis terigu dari kalangan usia muda. Hal ini terlihat dari hampir 3.000 UKM mitra Bogasari yang menjadi anggota Bogasari Mitra Card (BMC) berusia di bawah 35 tahun.

"Mulai dari UKM bakery, mie, pastry, pancake, cake, dan jajanan pasar. Dan kalau dilihat dari kategori usia 35-45 tahun hampir mencapai 9.000 orang," kata Ivo.

Kompetisi tersebut terbagi tiga segmen, yakni Food Start Up, Bisnis Ideasi, dan Lomba Cipta Kreasi Resep (LCKR). Khusus untuk Food Start Up, batas usia adalah 25-35 tahun dan masa usahanya antara 2-3 tahun. Sedangkan peserta kompetisi Bisnis Ideasi dan LCKR adalah pelajar SMK dan SMA sederajat.

Seleksi kompetisi Food Start Up dilakukan sejak pendaftaran dibuka tanggal 1 September 20108 hingga 7 Oktober. Selain usahanya sudah berjalan antara 2-3 tahun peserta juga wajib mengisi formulir sebagai bahan penilaian. Yang dinilai adalah Produk, Market , Badan Usaha, Kemitraan, Risiko, Safety dan Investasi. Dari hasil seleksi awal akhirnya didapat 30 peserta yang memenuhi kriteria.

"Mereka kemudian wajib mengikuti booth camp selama 3 hari, yakni 22 sampai 24 Oktober di Universitas Ciputra, termasuk field trip ke pabrik Bogasari," kata Ivo.

Setelah itu, peserta wajib mengikuti selling stage dan mentoring bekerja sama dengan Go Food. Jadi, para peserta wajib menjual produknya melalui layanan pesan-antar Go Food selama tiga pekan.

Akhirnya tersaring 25 peserta yang sampai ke babak final.

Khusus kompetisi Bisnis Ideasi dan LCKR, diikuti anak SMK, SMA, dan sederajat, namun dengan konsep berbeda. Untuk Bisnis Ideasi, para siswa SMK mengajukan proposal usaha makanan berbasis terigu yang isinya meliputi aspek Produk, Market , Badan Usaha, Kemitraan, Risiko, Safety dan Investasi.

Kompetisi Bisnis Ideasi ditujukan untuk merangsang dan melatih para siswa SMK dan SMA memiliki ide bisnis dan menuangkannya dalam satu konsep yang teruji, terukur dan layak dijalankan.

Sementara itu, Kompetisi LCKR merupakan lomba menciptakan inovasi resep yang sudah dijalankan Bogasari lebih dari 10 tahun.



Close Ads X