Pentingnya Inovasi Digital untuk Berdayakan Ekonomi Masyarakat - Kompas.com

Pentingnya Inovasi Digital untuk Berdayakan Ekonomi Masyarakat

Kompas.com - 01/12/2018, 14:00 WIB
Ilustrasi ekonomi digitalSHUTTERSTOCK Ilustrasi ekonomi digital

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Komisioner OJK Institute Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sukarela Batunanggar mengatakan, mengoptimalkan keberadaan teknologi dengan menerapkan bisnis inovatif dan kreatif penting dilakukan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Apalagi Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan perekonomian terbesar kelima pada 2045. Faktor penunjang yang signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi adalah meningkatnya jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang kini mencapai lebih dari 60 juta usaha.

Jika tak memanfaatkan teknologi digital dengan baik untuk berinovasi, maka langkah Indonesia jauh tertinggal.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama para pemangku kepentingan sektor keuangan dapat memberdayakan masyarakat, sehingga tercapai dua objektif," ujar Sukarela sebagaimana dikutip dalam siaran pers, Sabtu (1/1/2018).

Baca juga: Kreasi dan Inovasi Digital Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Oleh karena itu OJK mengeluarkan regulasi yang mengatur soal fintech peer-to-peer lending. Adapun manfaat penggunaan pinjaman kredit berbasis teknologi yakni akses pembiayaan jadi lebih terjangkau bagi para UMKM.

Kemudian, masyarakat juga menjadi teredukasi dengan produk digital dan mekanisme penggunaannya.

Dalam konteks ekonomi daerah, kata Sukarela, sinergi dan kolaborasi dari berbagai para pemangku kepentingan di berbagai daerah sangat diperlukan

Sementara itu, VP Public Affairs Go-Jek Astrid Kusumawardhani menilai pemanfaatan teknologi merupakan cara yang paling tepat untuk memecahkan masalah ketimpangan ekonomi.

"Di sini kami gunakan teknologi untuk menyetarakan kesempatan berusaha karena hal inilah yang sangat dibutuhkan oleh UMKM untuk mereka naik kelas," kata Astrid.

Baca juga: Meluncur di Singapura, Go-Jek Targetkan Ratusan Ribu Pengguna

Diketahui, Go-Jek telah menghubungkan pengguna dengan lebih dari satu juta mitra pengemudi, lebih dari 400.000 merchant UMKM, serta lebih dari 30.000 penyedia layanan lainnya di 167 kota dan kabupaten di Indonesia.

Astrid mengatakan, Go-Jek membantu UMKM memperluas pasarnya, membantu pencatatan keuangan dan meningkatkan inklusi keuangan, serta menekan biaya operasional dengan adanya layanan yang lebih efisien.

Menyadari banyaknya tantangan yang dihadapi UMKM Indonesia, terutama dalam memulai bisnis dan meningkatkan skala bisnisnya, Go-Jek telah menginisiasi program pelatihan kewirausahaan bernama Go-Jek Wirausaha. Per November 2018, program percontohan telah dilakukan sebanyak 7 kali di 5 kota, dengan melibatkan hampir 700 UMKM.

"Melalui solusi teknologi yang ditawarkan, kami berharap dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk bisa meningkatkan perekonomian lokal dan merasakan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” kata Astrid.



Close Ads X