Dompet Dhuafa Dorong Pemberdayaan Disabilitas dalam Ekonomi

Kompas.com - 04/12/2018, 12:16 WIB
Program sosial pembangunan Warung Anak Sehat (WAS) telah dimulai sejak awal tahun 2011 oleh Sarihusada dan Dompet Dhuafa. SarihusadaProgram sosial pembangunan Warung Anak Sehat (WAS) telah dimulai sejak awal tahun 2011 oleh Sarihusada dan Dompet Dhuafa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dompet Dhuafa turut memperhatikan kaum disabilitas dengan mendorong mereka dalam program pemberdayaan disabilitas.

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi Imam Rulyawan mengatakan, kaum difabel harus didukung dalam kegiatan ekonomi agar mampu mandiri, berdikari, bahkan dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi negara. Ia menambahkan, setiap manusia memiliki hak yang sama untuk itu.

"Dompet Dhuafa sebagai pelopor Lembaga kemanusiaan tidak memandang status sosial, ekonomi ataupun fisik untuk mengangkat martabat sosial manusia," kata Imam dalam keterangan tertulis, Selasa (4/11/2018).

Program Pemberdayaan Ekonomi Disabilitas Dompet Dhuafa telah dimulai sejak 2013. Dalam program pemberdayaan ekonomi, Dompet Dhuafa tidak hanya memberikan modal usaha kecil, tapi juga berupa proses pendampingan berupa penggunaan teknologi tepat guna, pelatihan keahlian sesuai programnya, hingga ke pembukuan. 

Baca juga: Dompet Dhuafa Gandeng Jamkrindo Syariah untuk Proteksi Dana Wakaf

Salah satu yang mengikuti program disabilitas mandiri dari Dompet Dhuafa yaitu Sajum (76). Ia mengalami kecelakaam kereta puluhan tahun lalu dan harus kehilangan kakinya. Sejak saat itu orang-orang di sekitarnya pesimistis ia bisa bangkit untuk kembali produktif.

Kini, dengan keterbatasan fisik yang dimiliki, ia memilih menjahit sebagai mata pencahariannya.

"Saya tidak mau hidup hanya sekedar menengadahkan tangan saja. Saya bisa, saya mau, kita harus bermanfaat untuk sekitar," kata Sajum.

Dalam program disabilitas Dompet Dhuafa, ada program bernama Ibu Tangguh. Program tersebut dikhususkan bagi ibu tunggal dari kaum dhuafa dan harus menghidupi keluarganya seorang diri.

Selain itu, ada pula program bagi keluarga disabilitas mandiri, di.mana kepala keluarganya adalah perempuan dan mempunyai anggota keluarga yang disabilitas. Kelompok usaha penyandang disabilitas ini menunjukkan bahwa disabilitas bukan berarti tidak mampu berbuat apa-apa, tapi juga mampu berkarya.

Baca juga: Dompet Dhuafa Social Enterprise Jadi Perusahaan Mandiri

Dompet Dhuafa juga meluncurkan bank dhuafa yang di sebut social trust fund, yaitu pemberian modal usaha bagi super mikro yang membutuhkan modal. Dengan social trust fund ini Dompet Dhuafa berhasil mengangkat perekonomian pada level sustain dan akan meningkat ke tahap kemandirian.

Pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 tentang Penetapan Konvensi Mengenai Hak-hak Penyandang Disabilitas dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menyatakan bahwa pemerintah diwajibkan menjamin layanan kesehatan kepada semua difabel tanpa kecuali.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X