Saham Boeing Anjlok Lebih dari 4 Persen, Ada Apa? - Kompas.com

Saham Boeing Anjlok Lebih dari 4 Persen, Ada Apa?

Kompas.com - 05/12/2018, 10:29 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga saham di pasar saham Amerika Serikat, Wall Street terkoreksi cukup tajam pada perdagangan Selasa (4/12/2018) waktu setempat. Salah satu indeks acuan Wall Street, S&P 500 mengalami koreksi cukup tajam sebesar 3,2 persen menjadi 2.700,6. Indeks ini ditutup merosot melebihi rata-rata sebesar lebih dari 200 poin.

Dikutip dari Equity, Boeing merupakan salah satu perusahaan yang harga sahamnya merosot cukup tajam di antara emiten S&P 500 lainnya.

Baca: Rusdi Kirana Marah, Lion Air akan Batalkan Pesanan Pesawat ke Boeing?

Harga saham Boeing anjlok 4,85 persen menjadi 342,5 dollar AS per lembar saham dengan jumlah transaksi jual mencapai 5,15 juta saham.

Pada pembukaan perdagangan, Boeing dibuka pada harga 357 dollar AS per lembar saham dan mencapai harga tertinggi hari itu 358,32 dollar AS per lembar saham, dan harga terendah pada 341,74 dollar AS.

Hingga akhirnya, harga saham Boeing ditutup merosot 17,46 dollar AS per lembar saham.

Berbagai sentimen memengaruhi anjloknya harga saham Boeing, salah satunya ketidakpastian berlanjutnya perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

Dikutip dari New York Post, Presiden Trump melalui akun twitternya mengatakan, kesepakatan antara AS dan China bisa jadi benar-benar terjadi, namun bisa juga tidak akan terbentuk kesepakatan sama sekali di antara keduanya.

"Kami akan benar-benar memiliki kesepakatan (perdagangan) dengan China, atau tidak sama sekali," sebutnya melalui akun twitternya.

Sementara itu di Indonesia, salah satu pesawat Boeing jenis 737 MAX yang dimiliki Lion Air jatuh di perairan Karawang pada akhir Oktober lalu. Dikutip dari Reuters, Lion Air pun dikabarkan akan membatalkan 188 pesawat kenis 737 MAX yang telah mereka pesan ke Boeing.

Adapun pihak Boeing saat ini tengah berencana untuk meningkatkan atau melakukan upgrade atas perangkat lunak dari armada 737 MAX dalam enam hingga delapan bulan mendatang. Hal ini dilakukan untuk membantu mengatasi masalah seperti yang menimpa Lion Air JT610.



Close Ads X