Penumpang Pesawat Diprediksi Capai 6,5 Juta Saat Natal dan Tahun Baru

Kompas.com - 05/12/2018, 17:39 WIB
Konferensi pers Kementerian Perhubungan terkait kesiapan pelayanan Natal dan Tahun Baru 2019 di Kementerian Perhubungan, Rabu (5/12/2018).-KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Konferensi pers Kementerian Perhubungan terkait kesiapan pelayanan Natal dan Tahun Baru 2019 di Kementerian Perhubungan, Rabu (5/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan memprediksi sebanyak 6.537.119 penumpang akan menggunakan alat transportasi udara saat libur natal dan tahun baru 2019.

Angka ini naik diprediksi naik 8,76 persen dibanding tahum lalu yang berada diangka 6.010.529 penumpang.

"Untuk penerbangan domestik diprediksi mencapai 5.682.791 penumpang. Sementara penerbangan luar negeri akan mencapai 854.328 penumpang," ujar Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara Nur Isnin di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Nur mengatakan, kapasitas bandara domestik saat ini mampu menampung 7.567.596 penumpang. Sedangkan bandara internasional sebanyak 1.356.336 penumpang.

Baca juga: Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Batasi Kendaraan Pengangkut Barang

"Adapun data armada yang disiapkan angkutan udara ada 544 pesawat dari 13 badan usaha angkutan udara," katanya.

Menurut dia, seluruh maskapai penerbangan juga telah diminta untuk menyiagakan penerbangan tambahan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

"Pelayanan Nataru (Natal dan tahun baru) ini akan diselenggarakan selama 18 hari mulai dari 22 Desember 2018 sampai 6 Januari 2019," ucap dia.

Nur menyampaikan, pihaknya juga akan membangun posko-posko untuk melayani penumpang di tiap bandara. Di posko tersebut nantinya akan ada petugas gabungan TNI dan Polri.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan rampcheck kepada seluruh pesawat yang akan melayani penumpang saat Nataru. Kemudian, alat navigasi juga telah diperiksa demi menjaga keselamatan penerbangan.

"Kami juga meminta maskapai untuk mengefisiensikan rotasi pesawat agar ketika terjadi kendala tidak merambat ke section lainnya," ujar dia.




Close Ads X