Ramaikan E-Payment, DANA Usung "by Indonesian for Indonesia"

Kompas.com - 05/12/2018, 18:42 WIB
Ilustrasi thinkstockphotos/maxsattanaIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Startup fintech DANA turun meramaikan daftar dompet digital di Indonesia. Aplikasi tersebut bersaing dengan Go-Pay, OVO, dan T-Cash yang sudah lebih dulu beroperasi. CEO DANA Vincent Iswara mengatakan, pihaknya menawarkan sesuatu yang beda dari dompet digital lainnya.

"Salah satu yang sangat saya bangga dan membedakan dengan lainnya, DANA dibuat by Indonesian for Indonesia," ujar Vincent di Jakarta, Rabu (5/11/2018).

Vincent mengatakan, seluruh operasional aplikasi DANA hingga maintainance dilakukan sepenuhnya di Indonesia. Pusat datanya juga ada di Indonesia dan dikelola sumber daya dari Indonesia. Oleh karena itu, jika satu sistem mati, maka dalam hitungan milisekon akan langsung aktif lagi.

"Tidak ada down time at all," kata Vincent.

Baca juga: Go-Pay: Persaingan E-Payment, Berkah bagi Pengguna

Selain itu, DANA juga terhubung dengan pemerintah melalui Ditjen Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Dengan demikian, proses verifikasi saat ingin mengirim dana bisa lebih cepat. Pengguna tinggal memindai foto e-KTP dan akan dicocokkan dengan hasil swafoto pengguna.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah itu, pengguna memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK). Begitu pengguna menekan tombol kirim, maka sistem akan langsung memproses dan terhubung dengan database milik Ditjen Dukcapil.

"Pengguna juga bisa teregistrasi secara real time, tidak perlu menunggu verifikasi selama 24 jam," kata Vincent.

DANAjuga terhubung dengan banyak merchant sehingga pengguna bis amelakukan berbagai pembayaran lebih mudah. Tak hanya transaksi pembayaran, pengguna juga bisa mengirim uang melalui aplikasi tersebut ke sesama pengguna DANA. Sehingga DANA menyebut aplikasi tersebut tak hanya sekadar e-money, tapi juga e-wallet.

Selain itu, DANA juga mendapat empat izin dari Bank Indonesia, yakni izin operasional sebagai uang elektronik, dompet elektronik, Lembaga Keuangan Digital (LKD), dan transfer dana.

"Sedikit sekali yang punya lisensi itu. Kita punya hubungan baik dengan BI sehingga punya izin BI," kata Vincent.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.