"Siapapun yang Jadi Pemenang Pilpres Tahun Depan, Tidak Punya Banyak Pilihan..." - Kompas.com

"Siapapun yang Jadi Pemenang Pilpres Tahun Depan, Tidak Punya Banyak Pilihan..."

Kompas.com - 06/12/2018, 06:30 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong ketika menjadi pembicara di Market Economy Outlook 2019 di Jakarta, Rabu (5/12/2018).Kompas.com/Mutia Fauzia Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong ketika menjadi pembicara di Market Economy Outlook 2019 di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang tahun politik pada 2019 mendatang, kondisi perkonomian Indonesia masih harus berhadapan dengan berbagai tantangan eksternal seperti ketidak pastian perang dagang dan normalisasi kebijakan ekonomi Amerika Serikat.

Walaupun demikian, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) tetap optimis dengan kondisi perekonomian Indonesia.

Menurut dia, siapapun yang akan menjadi presiden dan anggota legislatif terpilih tidak akan memiliki banyak pilihan kebijakan dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

"Siapapun yang jadi pemenang pilpres ataupun pileg tahun depan tidak akan punya banyak pilihan dari sisi kebijakan karena siapapun yang akan emmimpin pemerintahan akan menghadapi semua tekanan kebijakan, serta kekurangan struktural yang sama," ujar Thomas ketika memberikan paparan dalam Mandiri Market Outlook 2019, di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Lebih lanjut Thomas menjelaskan, untuk menghadapi berbagai tantangan dan kendala ekonomi tersebut, sudah dilakukan di seluruh dunia, yang disebut dengan orthodoxy economy.

Dia menjelaskan, setiap pemerintahan dalam mengatasi masalah perekonomian harus melakukan langkah-langkah untuk menigkatkan daya saing perekonomian dengan menurunkan ongkos produksi dan menurunkan biaya logistik serta mempromosikan kebijakan yang ramah investasi.

Selain itu, Thomas juga menjelaskan, Presiden terpilih juga harus mampu meningkatkan kapasitas produksi industri dalam negeri sehingga dapat meningkatkan ekspor.

"Memang agak membosankan, nggak seru, tetapi sudah terbukti di seluruh negara," ujar Thomas.



Close Ads X