Pembangunan MRT dan LRT Sumbang Pertumbuhan Ekonomi di DKI Jakarta - Kompas.com

Pembangunan MRT dan LRT Sumbang Pertumbuhan Ekonomi di DKI Jakarta

Kompas.com - 06/12/2018, 13:30 WIB

Dua pekerjaan konstruksi di Tol Jakarta-Cikampek, yaitu Light Rail Transit (LRT) dan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated).Kompas.com/DANI PRABOWO Dua pekerjaan konstruksi di Tol Jakarta-Cikampek, yaitu Light Rail Transit (LRT) dan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta membaik pada kuartal III 2018, mencapai 6,41 persen (yoy). Angkanya lebih tinggi dibandi gkan dengan pertumbuhan nasional yang sebesar 5,17 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jakarta masih terjaga.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Trisno Nugroho mengatakan, salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi di Jakarta adalah pembentukan modal tetap bruto atau investasi di sektor infrastruktur transportasi.

"Di antaranya disumbang oleh pembangunan infrastruktur transportasi seperti MRT dan LRT," ujar Trisno dalam pertemuan tahunan BI DKI Jakarta, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Selain itu, penyelenggaraan Asian Games juga memberi dorongan tambahan terhadap kinerja ekonomi yang solid pada kuartal III 2018. Dengan capaian tersebut, Trisno memastikan stabilitas ekonomi terjaga dan momentum pertumbuhan berlanjut hingga 2019.

"Kita bersyukur, di tengah ekonomi global yang tidak kondusif, kinerja dan prospek ekonomi Indonesia cukup baik," kata Trisno.

Pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan tahun 2018 diperkirakan terjaga pada kisaran 6-6,4 persen. Pertumbuhan digerakkan oleh konsumsi, dan ditopang oleh investasi serta ekspor. Selain itu, sejalan dengan terus berlangsungnya pembangunan infrastruktur transportasi di Jakarta. Ditambah dengan prospek positif ekspor kendaraan bermotor.

"Kinerja positif pertumbuhan DKI Jakarta dipercaya masih akan berlanjut hingga tahun 2019," kata Trisno.

Dari sisi stabilitas harga nasional, inflasi selama 2018 cenderung rendah sekitar 3,2 persen. Angkanya diprediksi tetap rendah sesuai sasaran, yakni 3,5 persen pada 2019. Hal ini dapat mendorong daya beli masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi semakin positif.

Trisno mengatakan, di DKI Jakarta, program pengendalian harga pangan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jakarta beserta Pemerintah berperan penting dalam menjaga Inflasi melalui stablilitas harga pangan. Hingga November 2018, laju inflasi di DKI Jakarta tercatat sebesar 2,66 persen.

"Atas dasar ini, kami memperkirakan inflasi di Provinsi DKI Jakarta pada 2018 hIngga 2019 akan sejalan dengan sasaran inflasi nasional," kata Trisno.



Close Ads X