Maskapai Diminta Tak Naikkan Tarif Penerbangan Terlalu Tinggi Saat Nataru 2019 - Kompas.com

Maskapai Diminta Tak Naikkan Tarif Penerbangan Terlalu Tinggi Saat Nataru 2019

Kompas.com - 06/12/2018, 16:18 WIB
Penerbangan perdana Garuda Indonesia rute Bandung-Singapura (pp) di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Senin (3/12/2018). Penerbangan dilakukan 4 kali dalam sepekan yakni Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. KOMPAS.com/RENI SUSANTI Penerbangan perdana Garuda Indonesia rute Bandung-Singapura (pp) di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Senin (3/12/2018). Penerbangan dilakukan 4 kali dalam sepekan yakni Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta maskapai penerbangan tak menaikkan harga tiket terlalu tinggi saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019.

Biasanya, akan terjadi lonjakan penumpang pengguna moda transportasi udara pada periode liburan tersebut.

"Karena ini menyangkut masyarakat sedang membutuhkan. Jadi tetap dijaga antara tarif bawah dan batas atas. Namun diharapkan tidak karena lonjakan permintaan yang tinggi lalu dimentokkan ke atas (tarifnya), yang wajar lah," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin di Jakarta, Rabu (6/12/2018).

Baca juga: Tips-tips Dapat Tiket Penerbangan Murah dari Maskapai

Nur mengakui biasanya saat Nataru para maskapai penerbangan akan menaikan tarifnya. Menurut dia, kenaikan harga tiket itu pun sah-sah saja.

Namun, kenaikan tersebut harus mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016 tentang Mekanisme Formula Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

"Jadi perubahan sangat mungkin. Tapi pada saat Nataru, tarif yang ada mesti diakomodasi. Mungkin itu saja. Karena tarif itu kan range, atas bawah. Selama tidak melebihi yang atas itu adalah sah. Tapi pemerintah mengimbau agar tidak dimentokin di atas," kata Nur.

Baca juga: Penumpang Pesawat Diprediksi Capai 6,5 Juta Saat Natal dan Tahun Baru

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memprediksi sebanyak 6.537.119 penumpang akan menggunakan alat transportasi udara saat libur natal dan tahun baru 2019.

Angka ini naik diprediksi naik 8,76 persen dibanding tahum lalu yang berada diangka 6.010.529 penumpang.

"Untuk penerbangan domestik diprediksi mencapai 5.682.791 penumpang. Sementara penerbangan luar negeri akan mencapai 854.328 penumpang," ujar Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara Nur Isnin di Jakarta, Rabu (5/12/2018).



Close Ads X