Tahun Politik, Pasar Properti Nasional Diprediksi Masih Menarik

Kompas.com - 07/12/2018, 00:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar properti nasional pada tahun 2019 diyakini masih stabil, meski ada pemilihan presiden pada semester I 2019 mendatang.

Hal ini berdasarkan Property Outlook 2019 yang dirilis Rumah.com, Rabu (6/2018). Di dalam laporan dinyatakan bahwa kebijakan pemerintah untuk menjaga sentimen pasar sepanjang tahun 2018, terutama pasca Hari Raya dan pengaruh ekonomi global memberikan dampak positif.

Harga dan supply properti, terutama pada sektor residensial, diperkirakan meningkat pada 2019. Permintaan pasar akan tetap stabil, sementara permintaan untuk properti kelas menengah atas akan meningkat.

“Pemerintah meningkatkan anggaran infrastruktur sebesar 6 persen dari tahun sebelumnya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Sejumlah kebijakan pemerintah lainnya seperti pelonggaran Loan To Value (LTV), serta Program Sejuta Rumah membantu memudahkan masyarakat, terutama kelas menengah dan bawah untuk memiliki hunian,” kata Ike Hamdan, Head of Marketing Rumah.com dalam pernyataannya.

 Baca juga: Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Investasi Properti

Tren kenaikan suku bunga acuan diprediksi masih akan berlanjut hingga 2019 mendatang, sehingga bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pun diprediksi akan naik. Namun, hal itu diyakini tak akan menghambat pertumbuhan bisnis properti.

Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro dalam kesempatan yang sama menyatakan, KPR masih menjadi andalan warga untuk bisa memiliki rumah. Sehingga, dirinya yakin kenaikan suku bunga tak akan membuat bisnis properti menjadi lesu.

"Tantangan ke depan adalah lebih kepada suku bunga KPR yang kemungkinan naik pada 2019. Tapi perkembangan properti diperkirakan terus naik tahun depan," jelasnya.

Hal tersebut dapat terindikasi antara lain dari masih banyaknya promo dari perbankan terkait KPR maupun Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). 

"Jadi memang KPR masih kencang untuk pembiayaan rumah sehingga juga tetap akan menarik bagi perbankan ke depannya,” ungkap Andry.

Baca juga: Survei: Konsumen Puas dengan Harga Properti yang Stabil

Ike menjelaskan, secara umum pasar properti Indonesia di tahun 2019 mendatang tidak akan begitu terpengaruh dengan keadaan politik.

"Pasar properti akan terus merangkak naik dan menuju pemulihan, ini merupakan kesempatan yang tepat untuk membeli properti, baik untuk dihuni atau dipakai sendiri maupun sebagai sarana investasi," sebut dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.