Berita Populer: Rusdi Kirana Siap-siap Batalkan Pesanan ke Boeing - Kompas.com

Berita Populer: Rusdi Kirana Siap-siap Batalkan Pesanan ke Boeing

Kompas.com - 07/12/2018, 05:35 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana saat ditemui di Hotel Pullman Miri, Serawak, Malaysia, Jumat (16/3/2018).KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana saat ditemui di Hotel Pullman Miri, Serawak, Malaysia, Jumat (16/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Berita mengenai kabar pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana yang siap-siap membatalkan pesanan pesawat ke Boeing menjadi berita populer di kanal Ekonomi Kompas.com.

Rusdi mengaku merasa dikhianati oleh pihak Boeing terkait kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 Lion Air PK LQP dengan nomor penerbangan JT 610 bulan Oktober 2018 lalu.

Berikut ini 5 berita populer kemarin yang masih bisa Anda simak pagi ini.

1. Rusdi Kirana Siapkan Dokumen Pembatalan Pesanan Pesawat Boeing

Pemilik Lion Air Group Rusdi Kirana disebut merasa dikhianati pihak Boeing.

Ini lantaran respon Boeing yang dirasa menyudutkan pihak Lion Air dalam menanggapi kasus jatuhnya pesawat jenis Boeing 737 Max 8 nomor penerbangan JT-610 di kawasan perairan Karawang akhir Oktober lalu.

Pihaknya pun saat ini tengah mempersiapkan dokumen pembatalan pemesanan pesawat senilai 22 miliar dollar AS.

Selengkapnya: Rusdi Kirana Siapkan Dokumen Pembatalan Pesanan Pesawat Boeing

2. Menkeu: Untuk Pertama Kalinya, Penerimaan negara Melampaui Target APBN

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini, penerimaan negara di tahun ini akan melampaui target dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Ini untuk pertama kalinya penerimaan negara melebihi target APBN.

Hingga akhir 2018 Sri Mulyani meyakini penerimaan negara bisa mencapai Rp 1.936 triliun atau naik 18,2 persen dari tahun lalu. Jumlah tersebut lebih tinggi dari target APBN 2018 sebesar Rp 1.894 triliun.

Selengkapnya: Menkeu: Untuk Pertama Kalinya, Penerimaan negara Melampaui Target APBN

3. "Siapapun yang Jadi Pemenang Pilpres Tahun Depan, Tidak Punya Banyak Pilihan..."

Menjelang tahun politik pada 2019 mendatang, kondisi perkonomian Indonesia masih harus berhadapan dengan berbagai tantangan eksternal seperti ketidak pastian perang dagang dan normalisasi kebijakan ekonomi Amerika Serikat.

Walaupun demikian, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tetap optimis dengan kondisi perekonomian Indonesia.

Menurut dia, siapapun yang akan menjadi presiden dan anggota legislatif terpilih tidak akan memiliki banyak pilihan kebijakan dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Selengkapnya: Siapapun yang Jadi Pemenang Pilpres Tahun Depan, Tidak Punya Banyak Pilihan...

4. 3 Hal Tak Nyaman Dialami Rombongan Sri Mulyani di KTT G20 Argentina

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 Ekonomi Utama (G20) 2018 di Buenos Aires, Argentina sudah berlangsung beberapa hari lalu, tepatnya pada 30 November hingga 1 Desember 2018.

Indonesia menjadi salah satu peserta sebagai negara yang masuk G20. Sejumlah pihak yang berangkat mewakili Indonesia di antaranya adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Namun, ada kejadian yang dianggap tidak nyaman yang dialami oleh rombongan Sri Mulyani selama berada di Argentina untuk mengikuti acara ini.

Selengkapnya: 3 Hal Tak Nyaman Dialami Rombongan Sri Mulyani di KTT G20 Argentina

5. Dirut Mandiri: Kalau Dana Pihak ketiga Dilaporkan Sebagai Utang Ya Susah...

Terdapat bank BUMN yang memiliki utang hingga Rp 1.009 triliun. Secara keseluruhan, utang BUMN sektor keuangan bahkan mencapai Rp 3.311 triliun dan 74 persennya berupa Dana Pihak Ketiga (DPK).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, uang yang disimpan di dalam bank hingga ribuan triliun merupakan dana simpanan masyarakat yang merupakan bagian dari bisnis perbankan.

Selengkapnya: Dirut Mandiri: Kalau Dana Pihak ketiga Dilaporkan Sebagai Utang Ya Susah...

 

 



Close Ads X