Produk Perikanan Indonesia Senilai 143 Juta Dollar AS Tembus Korsel - Kompas.com

Produk Perikanan Indonesia Senilai 143 Juta Dollar AS Tembus Korsel

Kompas.com - 07/12/2018, 11:15 WIB
Ilustrasi ekspor ikanThinkstock Ilustrasi ekspor ikan

JAKARTA, KOMPAS.com — Produk perikanan Indonesia senilai 143 juta dollar AS menembus pasar Korea Selatan melalui kontrak pembelian antara Daelim Corporation dari Korsel dan PT Global Fisheries Exchange (GFE). GFE merupakan eksportir perikanan asal Indonesia.

Kepala Indonesian Trade Promotion Center Busan Kusuma Dewi mengatakan, penandatangan kontrak pembelian ini akan memberikan kontribusi yang besar terhadap kinerja ekspor Indonesia.

"Hal ini membuktikan bahwa Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pasokan produk perikanan di Korea Selatan,” ujar Dewi dalam keterangan tertulis, Jumat (7/12/2018).

Kontrak pembelian akan dilakukan dalam tenggat waktu lima tahun.

Baca juga: Susi Bantah Hasil Ekspor Perikanan Lemah

Dewi berharap produk perikanan Indonesia semakin dapat diterima masyarakat Korsel. Menurut dia, peluang ekspor produk perikanan Indonesia sangat besar ke Korsel karena penduduknya gemar mengonsumsi makanan laut.

Korea Selatan mengimpor produk perikanan dari dunia dan jumlahnya terus meningkat. Selama enam tahun terakhir, rata-rata impor produk perikanan ke Korsel mencapai lebih dari 3,6 miliar dollar AS.

Nilai impor terbesar berasal dari impor ikan, beku, tidak termasuk potongan ikan tanpa tulang dan daging ikan lainnya. Disusul dengan moluscs (0307) alias produk udang dan fish fillets and pieces, fresh, chilled or frozen.

Dewi berharap keberhasilan GFE menembus pasar Korsel dapat diikuti pelaku usaha lainnya.

"Apalagi, kebutuhan Korea Selatan terhadap produk perikanan semakin meningkat. Peluang ini hendaknya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pelaku usaha dari Indonesia,” kata Dewi.

Baca juga: Bantah Pengusaha, KKP Nilai Sektor Perikanan Sedang Menggeliat

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Korea Selatan Umar Hadi mengatakan, komposisi ekspor Indonesia ke Korsel sebanyak 45 persen masih berbasis migas dan batu bara. Dengan demikian, diperlukan diversifikasi jenis komoditas ekspor agar mampu mencapai nilai perdagangan 30 miliar dollar AS pada 2022.

“Salah satu produk yang potensial adalah perikanan mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas lautan lebih besar daripada daratannya,” kata Umar.

GFE merupakan perusahaan yang berbasis di Minahasa Selatan dengan area tangkap di daerah
Sulawesi Utara dan Maluku. GFE baru memulai usahanya tiga tahun lalu dan menitikberatkan pada kerja sama dan pemberdayaan nelayan kecil.

Sementara itu, Daelim Corporation adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. Daelim Corp juga baru saja melakukan diversifikasi usaha di bidang perikanan dan telah berinvestasi sebesar 200 juta dollar AS di Rusia.



Close Ads X