Dugaan Pelanggaran Fintech: Bocorkan Data Pribadi hingga Pelecehan Seksual

Kompas.com - 10/12/2018, 06:38 WIB
LBH Jakarta memaparkan dugaan pelanggaran aplikasi pinjamna online di kantor LBH, Jakarta, Minggu (9/12/2018). Ambaranie NadiaLBH Jakarta memaparkan dugaan pelanggaran aplikasi pinjamna online di kantor LBH, Jakarta, Minggu (9/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menghimpun 14 dugaan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia yang dilakukan aplikasi pinjaman online alias fintech peer to peer lending. Hingga 25 November 2018, LBH Jakarta menerima 1.330 aduan atas dugaan pelanggaran tersebut.

"Kalau di awal kami sempat inventarisasi delapan jenis pelanggaran aplikasi pinjaman online, setelah adanya pengaduan, kami temukan pelanggaran lainnya," ujar Pengacara publik LBH Jakarta Jeanny Silvia Sari Sirait di kantor LBH Jakarta, Minggu (9/12/2018).

Dugaan pelanggaran pertama adalah bunga yang sangat tinggi dan tanpa batasan. Biaya adminnya juga tidak jelas. Jeanny mengatakan, sebagian besar peminjam mengajukan pinjaman tak lebih dari Rp 2 juta. Namun, bunga yang harus dibayar berkali-kali lipat.

Selain itu, penagihan tak hanya dilakukan kepada peminjam, tetapi ke seluruh kontak telepon yang tersimpan di ponsel peminjam.

Baca juga: Kemenkominfo: Peminjam Tidak Usah Mengembalikan Uang ke Fintech Ilegal

Jika peminjam menunggak bayaran, petugas dari aplikasi pinjaman online akan membuat grup Whats App yang isinya merupakan daftar kontak telepon dari peminjam. Di grup tersebut, petugas di aplikasi pinjaman online itu akan menyebarkan foto KTP peminjam disertai dengan kalimat bahwa orang tersebut meminjam uang dengan jumlah sekian.

"Lebih parah lagi, bahkan ada peminjam yang misalnya minjam Rp 1 juta, tapi dibilang di grup dia pinjamnya Rp 3 juta. Ada fitnah di situ," kata Jeanny.

Nomor kontak di ponsel itu didapatkan petugas karena mengakses data pribadi peminjam tanpa izin. Petugas juga menyebarkan data pribadi seperti foto KTP, nomor rekening, hingga lembar pertama buku tabungan secara tak bertanggung jawab.

Selain itu, peminjam juga mendapatkan ancaman, fitnah, penipuan, hingga pelecehan seksual di saat petugas aplikasi menagih pembayaran kembali.

Baca juga: Perhatikan 5 Hal Ini, Jangan Mudah Tergiur Kemudahan Pinjaman Online

LBH juga menemukan bahwa kontak dan lokasi kantor penyelenggara aplikasi pinjaman online tidak jelas atau tidak terdaftar.

Ada pula kasus yang ditemukan bahwa aplikasi berganti nama tanpa pemberitahuan kepada peminjam, sedangkan bunga pinjamna terus berkembang. Bahkan, sejumlah aplikasi bahkan hilang dari App Store atau Play Store saat jatuh tempo pengembalian pinjaman sehingga tak bisa diakses.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kekayaan Jack Ma Lenyap Rp 22 Triliun, Mengapa?

Kekayaan Jack Ma Lenyap Rp 22 Triliun, Mengapa?

Work Smart
Hutama Karya: H-7 hingga Hari H Lebaran, 310.000 Kendaraan Lewat Tol Trans Sumatera

Hutama Karya: H-7 hingga Hari H Lebaran, 310.000 Kendaraan Lewat Tol Trans Sumatera

Whats New
Ironi Gula, Eksportir era Hindia Belanda, Jadi Importir Usai Merdeka

Ironi Gula, Eksportir era Hindia Belanda, Jadi Importir Usai Merdeka

Whats New
Harga Gula Bisa di Bawah Rp 10.000 Per Kg Tanpa Impor, asalkan...

Harga Gula Bisa di Bawah Rp 10.000 Per Kg Tanpa Impor, asalkan...

Whats New
Perusahaan-perusahaan Global Ini Bakal Terapkan WFH secara Permanen

Perusahaan-perusahaan Global Ini Bakal Terapkan WFH secara Permanen

Work Smart
Pemerintah Inggris Siapkan Bailout untuk Perusahaan-perusahaan Papan Atas

Pemerintah Inggris Siapkan Bailout untuk Perusahaan-perusahaan Papan Atas

Whats New
Jepang Kembali Gelontorkan Stimulus Rp 13.656 Triliun, Buat Apa Saja?

Jepang Kembali Gelontorkan Stimulus Rp 13.656 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
Sejak Awal Tahun, Harta Bos Djarum Berkurang Rp 177 Triliun

Sejak Awal Tahun, Harta Bos Djarum Berkurang Rp 177 Triliun

Whats New
Panduan Lengkap Penerapan New Normal yang Wajib Dipatuhi Perusahaan

Panduan Lengkap Penerapan New Normal yang Wajib Dipatuhi Perusahaan

Whats New
Hari Pertama Idul Fitri 2020, Jumlah Penumpang KRL Anjlok 90 Persen

Hari Pertama Idul Fitri 2020, Jumlah Penumpang KRL Anjlok 90 Persen

Whats New
Aturan New Normal: Jarak Antar-karyawan di Kantor Minimal 1 Meter

Aturan New Normal: Jarak Antar-karyawan di Kantor Minimal 1 Meter

Whats New
Kembali dari Mudik, PNS Harus Lampirkan Surat Pernyataan Kampungnya Bebas PSBB

Kembali dari Mudik, PNS Harus Lampirkan Surat Pernyataan Kampungnya Bebas PSBB

Whats New
Kurangi Gagal Panen, Kementan Terus Galakkan Program Asuransi Pertanian

Kurangi Gagal Panen, Kementan Terus Galakkan Program Asuransi Pertanian

Rilis
Jaga Stabilitas Pangan, Kementan Terus Optimalisasi Lahan Rawa

Jaga Stabilitas Pangan, Kementan Terus Optimalisasi Lahan Rawa

Whats New
Hingga H-1, Jasa Marga Catat 465.582 Kendaraan yang Tinggalkan Jakarta

Hingga H-1, Jasa Marga Catat 465.582 Kendaraan yang Tinggalkan Jakarta

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X