Mendes Yakin 10 Tahun Lagi Tak Ada Desa Tertinggal di Indonesia

Kompas.com - 10/12/2018, 18:24 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo meyakini, dalam sepuluh tahun lagi Indonesia akan bebas dari desa tertinggal. Artinya, ke depan hanya ada desa berkembang dan desa mandiri.

"(Saat ini) tentunya masih ada desa-desa yang tertinggal, tapi dalam sepuluh tahun tidak ada desa tertinggal," ungkap Eko ditemui di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta Pusat, Senin (10/10/2018).

Dia menambahkan, prediksi ini akan terwujud dengan semakin minimnya penyelewengan dana desa yang dilakukan aparat desa. Bahkan, kasus terkait ini sudah menurun seiring waktu, sehingga optimistis Indonesia bebas desa tertinggal.

Baca juga: Ini Kata Mendes Eko Soal Banyaknya Desa Tertinggal di Indonesia Timur

"Kalau kita lihat penyelewengan dana desa sudah berkurang. Karena dana desa ini diawasi oleh banyak pihak, yaitu inspektorat kabupaten, kepolisian, kejaksaan, dan lainnya. Saya jamin kalau ada penyelewengan dana desa pasti akan ketahuan," sebut Eko.

Selain itu, sambung Eko, tata kelola dan penggunaan dana desa juga semakin membaik. Peruntukan dananya juga sudah sesuai kebutuhan, sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan desa.

"Tata kelola desa juga membaik, kalau tahun pertama (serapan dana) cuma 82 persen. Tahun lalu sudah 98 persen dan tahun ini mungkin 99 persen. Ini menunjukkan tata kelolanya lebih baik," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Persentase Desa Tertinggal Tertinggi Berada di Papua dan Papua Barat

Berdasarkan data Potensi Desa (Podes) 2018 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat Indeks Pembangunan Desa (IPD) yang merupakan satuan untuk menunjukkan tingkat perkembangan desa dengan tiga status, yaitu tertinggal, berkembang, dan mandiri.

Secara umum, berdasarkan kategorisasi IPD diketahui jumlah desa tertinggal sebanyak 14.461 desa (19,17 persen), desa berkembang sebanyak 55.369 desa (73,4 persen), dan desa mandiri sebanyak 5.606 desa (7,43 persen).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X