Berita populer: Lingkaran Setan Fintech hingga Komentar Sri Mulyani soal Prabowo

Kompas.com - 11/12/2018, 05:38 WIB
Ilustrasi peer to peer lending THINKSTOCKS/DINOSOFTLABSIlustrasi peer to peer lending

Adapun 13 negara tersebut merepresentasikan 12 persen pendapatan grup ISS dan 8 persen dari laba operasional. Dengan demikian, ISS tidak akan lagi beroperasi di Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Brasil, Cile, Israel, Estonia, Republik Ceko, Hongaria, Slovakia, Slovenia, dan Romania.

Baca selengkapnya: Perusahaan Cleaning Service Terbesar di Dunia Akan PHK 100.000 Karyawan

 
3. 89 Fintech Diadukan ke LBH Jakarta, 25 Terdaftar di OJK

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) mencatat ada 89 penyelenggara aplikasi pinjaman online alias fintech peer to peer lending yang diadukan 1.330 orang kepada mereka. Aplikator tersebut diduga melakukan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia terhadap peminjam. Pengacara
publik LBH Jakarta, Jeanny Silvia Sari Sirait, mengatakan, dari 89 aplikasi tersebut, 25 di antaranya aplikasi yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Jenis pelanggaran yang dilakukan itu bukan hanya oleh aplikasi pinjaman online yang tidak terdaftar, tapi ada juga yang terdaftar di OJK," ujar Jeanny di kantor LBH, Jakarta, Minggu (9/12/2018).

Jeanny mengatakan, ada 71,92 persen aplikasi yang diadukan yang tak terdaftar di OJK. Dugaan pelanggaran yang diadukan peminjam terhadap aplikasi terdaftar maupun tak terdaftar pun serupa.

Baca selengkapnya: 89 Fintech Diadukan ke LBH Jakarta, 25 Terdaftar di OJK


4. Prabowo Mau Bangun Infrastuktur Tanpa Utang, Ini Kata Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani menanggapi wacana pembangunan infrastuktur tanpa utang yang dilontarkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Perempuan yang kerap disapa Ani itu menghargai penyataan Prabowo. Baginya, hal itu tanda Prabowo juga ingin Indonesia memiliki perekonomian dan keuangan yang sehat karena utang semakin kecil.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X