Apple Kalah Sengketa, Sejumlah Seri iPhone Dilarang Dijual di China

Kompas.com - 11/12/2018, 07:04 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Pengadilan China telah memenangkan gugatan Qualcomm terhadap Apple. Berdasarkan pernyataan dari pihak Qualcomm, pengadilan telah melarang penjualan hampir seluruh seri iPhone di China.

Namun, dikutip dari CNBC, Apple membantah larangan tersebut dan mengatakan larangan hanya berlaku untuk iPhone dengan sistem operasi lama.

Setelah hasil pengadilan tersebut dipublikasikan, saham Apple melorot 2 persen pada perdagangan Senin (10/12/2018) waktu setempat, sementara saham Qualcomm justru menguat signifikan sebesar 3 persen.

"Upaya Qualcomm untuk melarang produk kami adalah langkah menyedihkan lain dari sebuah perusahaan yang praktik ilegalnya sedang diperiksa oleh pihak berwajib di seluruh dunia," ujar Apple dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Nilai Pasar Tembus 1 Triliun Dollar AS, Amazon Gabung Apple di Klub Four Comma

"Seluruh model iPhone masih tersedia untuk konsumen kami di China. Qualcomm menggugat tiga paten yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya, termasuk satu paten yang telah invalid. Kami akan mengerahkan berbagai upaya hukum melalui pengadilan," ujar Apple lebih lanjut.

Apple menjelaskan, paten yang dimaksudkan hanyalah iOS 11, sistem operasi yang digunakan iPhone dan iPad yang diluncurkan pada tahun 2017. Sementara iPhone yang saat ini didistribusikan sudah menggunakan iOS 12, versi baru dari perangkat lunak yang diluncurkan pada September 2018 lalu.

Sebelumnya, Pengadilan Rakyat Menengah Fuzhou di China mengabulkan dua gugatan awal terhadap empat anak perusahaan Apple di China.

Gugatan tersebut berkaitan dengan dua hak paten yang dimiliki Qualcomm terkait sistem operasi yang memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan dan mengubah format ukuran dari gambar serta tetap bisa menggunakan aplikasi sembari membuka navigasi melalui ponselnya.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Qualcomm mengatakan, pihaknya jarang menyelesaikan masalah melalui jalur hukum, tetapi langkah yang kali ini dilakukan sebagai upaya melindungi hak kekayaan intelektual yang mereka miliki.

"Apple terus mendapatkan keuntungan dari properti intelektual yang kami miliki. Sementara Apple menolak untuk membayar kompensasi kepada kami. Kemenangan pengadilan ini merupakan konfirmasi lebih lanjut dari kekuatan hak paten yang dimiliki Qualcomm," ujar penasihat hukum Qualcomm, Donald Rosenberg.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNBC


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Natal dan Tahun Baru 2023, Mendag Zulhas Pastikan Stok Cabai Aman, walau Harga Naik Sedikit

Jelang Natal dan Tahun Baru 2023, Mendag Zulhas Pastikan Stok Cabai Aman, walau Harga Naik Sedikit

Whats New
Cara Mengidentifikasi Saham dalam Papan Ekonomi Baru yang Bakal Segara Meluncur

Cara Mengidentifikasi Saham dalam Papan Ekonomi Baru yang Bakal Segara Meluncur

Whats New
Jokowi Jengkel Dana Pemda Mengendap di Perbankan Capai Rp 278 Triliun

Jokowi Jengkel Dana Pemda Mengendap di Perbankan Capai Rp 278 Triliun

Whats New
BPS Pastikan Stok Beras Surplus, Cukup untuk Memenuhi Kebutuhan Nasional

BPS Pastikan Stok Beras Surplus, Cukup untuk Memenuhi Kebutuhan Nasional

Whats New
IHSG Sesi I Ditutup Menguat, Saham Sektor Teknologi Masih Tertekan

IHSG Sesi I Ditutup Menguat, Saham Sektor Teknologi Masih Tertekan

Whats New
Jokowi: Jangan Sampai Target Investasi Tidak Tercapai, Langsung Mohon Maaf

Jokowi: Jangan Sampai Target Investasi Tidak Tercapai, Langsung Mohon Maaf

Whats New
RI Kalah Gugatan Nikel di WTO, Jokowi: Kita Ajukan Banding

RI Kalah Gugatan Nikel di WTO, Jokowi: Kita Ajukan Banding

Whats New
Apa Nama Mata Uang Negara Uni Emirat Arab?

Apa Nama Mata Uang Negara Uni Emirat Arab?

Earn Smart
Efisiensi Energi, Cara Ampuh Pangkas Biaya dan Kurangi Emisi Karbon bagi Industri

Efisiensi Energi, Cara Ampuh Pangkas Biaya dan Kurangi Emisi Karbon bagi Industri

Whats New
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Cari Utang Tambahan Rp 16 Triliun ke China

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Cari Utang Tambahan Rp 16 Triliun ke China

Whats New
Pemerintah Putuskan Buka Keran Impor Beras

Pemerintah Putuskan Buka Keran Impor Beras

Whats New
Gandeng eFishery, Amartha Bakal Salurkan Modal Rp 100 Miliar untuk Pembudidaya Ikan

Gandeng eFishery, Amartha Bakal Salurkan Modal Rp 100 Miliar untuk Pembudidaya Ikan

Whats New
5 Jurus BRI Finance Jaga Tingkat Kredit Macet Tahun Depan

5 Jurus BRI Finance Jaga Tingkat Kredit Macet Tahun Depan

Whats New
Menteri Teten Sebut 40.473 UMKM dengan 763.385 Produk Telah Masuk e-Katalog LKPP

Menteri Teten Sebut 40.473 UMKM dengan 763.385 Produk Telah Masuk e-Katalog LKPP

Whats New
Efek China Mereda, Nilai Tukar Rupiah Bergerak Mendatar

Efek China Mereda, Nilai Tukar Rupiah Bergerak Mendatar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.