2018, Prudential Latih Literasi Keuangan ke 2.500 Perempuan Indonesia

Kompas.com - 11/12/2018, 16:46 WIB
Presiden Direktur Prudential Jens Reisch dalam acara buka puasa Prudential, Rabu (7/6/2017) di Hotel Hermitage, Jalan Cilacap, Menteng, Jakarta Pusat. Dimas Wahyu Presiden Direktur Prudential Jens Reisch dalam acara buka puasa Prudential, Rabu (7/6/2017) di Hotel Hermitage, Jalan Cilacap, Menteng, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Prudential Life Assurance memberikan pelatihan literasi keuangan kepada lebih dari 2.500 orang perempuan di Indonesia. Ini dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan yang merupakan program community investment perseroan di bidang edukasi.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2016 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kurang dari 30 persen orang Indonesia yang melek keuangan. Artinya, tingkat pemahaman masyarakat Indonesia terhadap berbagai produk dan jasa keuangan masih cukup rendah.

Dalam survei tersebut juga terungkap bahwa tingkat literasi keuangan perempuan lebih rendah dibandingkan pria, yakni 25,5 persen dibandingkan 33,2 persen.

Baca juga: Begini Kondisi Literasi Keuangan Perempuan Indonesia Dibanding Negara Tetangga

Hal ini membuat perempuan lebih berisiko terdampak dari berbagai isu sosial seperti kejutan finansial tak terduga serta kesenjangan sosial.

“Kami menaruh perhatian besar kepada perempuan pada program peningkatan literasi keuangan yang kami jalankan. Hal ini sejalan dengan strategi pemerintah yang menempatkan perempuan sebagai salah satu prioritas utama dalam berbagai program peningkatan literasi keuangan di Indonesia," ujar Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch dalam pernyataannya, Selasa (11/12/2018).

Rangkaian program pelatihan tahun ini dimulai sejak awal Oktober di Manado, lalu ke Ambon, Sorong, Malang, dan Jakarta. Dari lima kota tersebut, lebih dari 2.500 perempuan dari berbagai kalangan dan latar belakang, khususnya perempuan di kalangan masyarakat menengah ke bawah, berpartisipasi dalam rangkaian Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan tahun ini.  

Baca juga: Literasi Keuangan untuk Generasi Milenial

Pemilihan kota-kota pelatihan dilakukan dengan melihat indeks literasi di bawah rata-rata nasional (29,66 persen) seperti Manado (Sulawesi Utara dengan indeks 28,7 persen), Ambon (Maluku dengan indeks 26,2 persen), Sorong (Papua Barat dengan indeks 19,3 persen).

Materi pelatihan disusun secara khusus agar para peserta yang hadir dapat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai konsumen dan cara mengakses produk dan jasa keuangan. Diharapkan para peserta dapat mengambil keputusan keuangan dengan lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan jangka panjang.

Para peserta juga dihimbau untuk menyebarkan pengetahuan yang sudah mereka pelajari ke keluarga dan komunitas masing-masing sehingga makin banyak masyarakat Indonesia yang sadar akan pentingnya literasi keuangan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

 



Close Ads X