Rekayasa Industri Ikut Kerjakan Proyek Kilang Pertamina di Balikpapan

Kompas.com - 11/12/2018, 22:46 WIB
Penandatanganan Kontrak antara PT Pertamina (Persero) dan Joint Operation (JO) untuk proyek EPC ISBL-OSBL RDMP Balikpapan.Dok. PT Rekayasa Industri Penandatanganan Kontrak antara PT Pertamina (Persero) dan Joint Operation (JO) untuk proyek EPC ISBL-OSBL RDMP Balikpapan.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Rekayasa Industri, salah satu anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang penyediaan jasa EPCC (Engineering, Procurement, Construction, Commisioning) turut serta dalam joint operation pengerjaan proyek kilang RDMP Balikpapan.

Penandatanganan kontrak antara PT Pertamina (Persero) dan Joint Operation (JO) untuk proyek EPC ISBL-OSBL RDMP Balikpapan dilakukan awal pekan ini.

Rekind tergabung dalam JO bersama tiga perusahaan di bidang EPC dan infrastruktur ditunjuk sebagai pemenang dalam tender EPC Inside Battery Limit (ISBL) dan Outside Battery Limit (OSBL) RDMP Project RU-V Balikpapan.

“Ini merupakan kebanggaan buat kami, karena bisa ikut ambil bagian dari program pemerintah dalam upaya mewujudkan ketahanan energi," ujar Direktur Utama Rekind Yanuar Budinorman dalam pernyataannya, Selasa (11/12/2018).

Dalam proyek EPC Inside Battery Limit (ISBL) dan Outside Battery Limit (OSBL) RDMP Project RU-V Balikpapan, pengerjaan JO difokuskan pada sejumlah aspek. Di antaranya mengolah residu (produk dengan nilai rendah) menjadi BBM berkualitas tinggi dan meningkatkan kualitas bakar diesel/solar dengan mengurangi kandungan sulfur, sehingga lebih ramah lingkungan.

Pekerjaan lainnya adalah meningkatkan kualitas bensin lebih ramah lingkungan serta menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan oktan tinggi.

Rekind sebelumnya juga pernah terlibat dalam pengembangan kilang di Indonesia. Rekind pun ikut andil dalam pembangunan fasilitas pemrosesan minyak tanpa timbal pertama di Indonesia melalui Proyek Balongan Blue Sky di Kilang Balongan, Jawa Barat.

Rekind juga pernah dipercaya untuk mengerjakan proyek Residue Catalytic Cracking Off gas to Propylene Project (ROPP) yang juga milik Pertamina untuk Kilang Balongan.

Untuk kilang RU VI Balongan di tahun 2016, Rekind dipercaya Pertamina melaksanakan pembangunan pipanisasi Bawah Laut-Subsea Pipeline dan Single Point Moring (SPM).



Close Ads X