Trump Sebut The Fed Tak Perlu Naikkan Suku Bunga pada Bulan Ini

Kompas.com - 12/12/2018, 14:41 WIB
Preasiden AS Donald Trump ambil bagian dalam upacara di Pemakaman Tentara AS di Suresnes, tak jauh dari Paris, Peracis, Minggu (11/11/2018) untuk memperingati 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I. AFP/SAUL LOEBPreasiden AS Donald Trump ambil bagian dalam upacara di Pemakaman Tentara AS di Suresnes, tak jauh dari Paris, Peracis, Minggu (11/11/2018) untuk memperingati 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menyatakan adalah sebuah kesalahan apabila bank sentral AS Federal Reserve atau The Fed menaikkan suku bunganya pada bulan ini.

The Fed akan menggelar pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada pekan depan untuk memutuskan kenaikan suku bunga Fed Fund Rate.

"Saya rasa itu adalah hal yang bodoh, tapi saya bisa berkata apa?" kata Trump seperti dikutip dari CNBC, Rabu (12/12/2018).

Menurut Trump, dirinya membutuhkan fleksibilitas suku bunga yang lebih rendah untuk mendukung ekspansi ekonomi AS. Ini sejalan dengan perang dagang dengan China dan potensi dengan negara-negara lainnya.

Baca juga: Peluang The Fed Menaikkan Kembali Suku Bunga di Desember Menguat

"Anda harus memahami, kita melawan perang dagang dan kita menang. Akan tetapi, saya butuh dukungan juga," sebut Trump.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Awal tahun ini, Trump menunjuk Jerome Powell sebagai pimpinan The Fed. Namun, ia berulang kali mengkritik Powell lantaran keputusannya menaikkan suku bunga acuan. 

Meski memuji Powell, namun Trump tidak berhenti mengkritik kebijakan pengganti Janet Yellen tersebut.

"Saya rasa ia orang yang baik. Saya pikir ia mencoba melakukan apa yang menurutnya terbaik. Saya tidak setuju dengan dia. Saya rasa ia terlalu agresif," ungkap Trump.

Baca juga: Ekonomi AS Menguat, The Fed Tetap Akan Naikkan Suku Bunga

Ketika ditanya tentang kemungkinan AS masuk ke jurang resesi pada tahun 2020, sejalan dengan keputusannya untuk maju kembali dalam pemilihan presiden tahun 2020, Trump mengungkapkan ada beberapa faktor di dunia yang dapat berdampak pada ekonomi AS. Ini termasuk keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan ketidakstabilan politik di Perancis.

"Apakah kita akan mengalami resesi? Menurut saya, kita dalam kondisi yang baik. Perusahaan-perusahaan kita dalam kondisi baik. Jika saja The Fed akan bertindak masuk akal dan rasional," tutur Trump.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNBC
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.