Lion Air Makin Yakin Batalkan Pesanan Pesawat ke Boeing

Kompas.com - 12/12/2018, 15:36 WIB
Suasana acara peresmian pembelian 50 unit pesawat Boeing 737 MAX 10 oleh Lion Air Group di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2018). Turut hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia sekaligus founder Lion Air Group Rusdi Kirana, Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr, President and CEO Lion Air Group Edward Sirait, serta Senior VP Asia Pacific and India Sales Boeing Commercial Airplanes Dinesh Dakar.KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Suasana acara peresmian pembelian 50 unit pesawat Boeing 737 MAX 10 oleh Lion Air Group di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2018). Turut hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia sekaligus founder Lion Air Group Rusdi Kirana, Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr, President and CEO Lion Air Group Edward Sirait, serta Senior VP Asia Pacific and India Sales Boeing Commercial Airplanes Dinesh Dakar.

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Lion Air Mentari semakin yakin mengenai rencananya untuk membatalkan pesanan pesawat Boeing mereka senilai 22 miliar dollar AS.

Rusdi Kirana, pemilik salah satu maskapai berbiaya rendah terbesar di Indonesia, menyatakan kekecewaannya terhadap tanggapan Boeing atas kecelakaan pesawat Lion Air jenis Boeing 737 MAX-8 nomor penerbangan JT-610 di kawasan perairan Karawang pada Oktober lalu.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (12/12/2018), hingga saat ini Lion Air memiliki 368 pesanan pesawat kepada Boeig dan Airbus, lebih banyak tiga kali lipat dari 117 armada yang saat ini beroperasi.

Adapun Boeing sendiri, ujar Rusdi, masih akan mengirimkan 250 pesawat kepada Lion, sementara dalam laman resmi Boeing dijelaskan masih terdapat 190 pesanan yang belum dipenuhi.

Walaupun demikian, Rusdi saat ini dalam proses melakukan pemetaan atas ambisinya untuk melakukan ekspansi untuk bisa menerbangkan hingga 1.000 armada pesawat. Dia juga mengatakan, Lion Air pun bisa jadi akan mendaftarkan unit bisnis Indonesia di pasar saham pada tahun 2019.

Masih belum pasti apakah Boeing akan turut memiliki andil dalam ekspansi besar-besaran Lion Air usai perselisihan yang terjadi di antara keduanya. Sebab, Rusdi mengklaim Boeing tidak adil dan menyudutkan Lion Air dalam insiden yang menewaskan 189 orang tempo lalu.

Rusdi pun telah mengirimkan surat pernyataan kepada Boeing.

"Perlakuan mereka sangat licik dan tidak pantas, yang menurut saya sangat tidak beretika. Mereka melakukannya kepada konsumen terbesarnya. Mereka membentuk opini kami tidak menjaga kualitas maskapai dengan baik," ujar dia.





Close Ads X