Penyaluran Dana Insentif Biodesel Capai Rp 5,51 Triliun

Kompas.com - 14/12/2018, 19:19 WIB
Ilustrasi biodieselDok Kontan.co.id Ilustrasi biodiesel

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Penyaluran Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Edi Wibowo mengatakan, dari total alokasi anggaran Rp 7 triliun pihaknya telah menyalurkan dana insentif biodesel sebesar Rp 5,51 triliun per November 2018.

Angka tersebut hampir mencapai target penyaluran dana insentif B20 pada tahun 2018 sebesar Rp 5,57 triliun. Edi menyebut untuk 4 bulan terakhir terjadi penurunan jumlah dari insentif biodesel yang disalurkan.

"Tahun 2018 rata-rata insentif BPDB Kelapa Sawit untuk B20 menurun. Tahun ini Rp 2.074 per liter, tahun sebelumnya Rp 4.075 per liter. Pada empat bulan terakhir insentif kita menurun karena ada kenaikan solar, ada sedikit penurunan Harga Indeks Pasar (HIP) biodiselnya," ujar Edi di San Pacific, Jakarta Pusat, Jumat (14/12/2018).

Baca juga: Kementerian ESDM Klaim Perluasan Biodiesel Telah Capai 80 Persen

Dengan sudah tersalurkannya insetif Rp 5,51 triliun tersebut dan sudah mendekati penghujung tahun, Edi menjelaskan, jika ada kelebihan dana yang tidak digunakan tahun ini maka akan dialokasikan untuk tahun berikutnya.

Ia menyebut bahwa alokasi anggaran BPDBKS tahun 2019 pun sama yakni Rp 7 triliun. Kemudian, untuk penyaluran B20 sendiri, Edi menyebut memasang target 3,3-3,4 juta KL hingga akhir 2018. Sementara untuk tahun depan, ia memproyeksi penyaluran B20 bisa 6,2 juta KL.

"Tahun 2019 dengan adanya penurunan insentif targetnya diharapkan meningkat menjadi 6,2 juta KL, dibanding 2018 yang 3,2 juta KL (per November 2018). Ada peningkatan hampir 2 kali lipat, tapi anggaran yang kami alokasikan tetap Rp 7 triliun," jelasnya.

Baca juga: Program Wajib Biodiesel Diyakini Bisa Serap Kelebihan Pasokan Sawit

Kemudian, BPDPKS pun per November 2018 sudah mengumpulkan dana pungutan Rp 14,48 triliun. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Keuangan Umum, Kepatuhan dan Manajemen Resiko BPDKS Catur Ariyanto Widodo, di mana ia juga mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun dana pungutan tersebut tidak akan bertambah.

"Dana yang dihimpun sebesar Rp 14,48 triliun per November 2018," ujar Catur pada kesempatan yang sama.

Hal ini menyusul adanya penghentian pungutan ekspor sawit per 4 Desember 2018 oleh pemerintah bahwa selama harga sawit di bawah 570 dollar AS per ton, maka tidak akan dikenakan pungutan.




Close Ads X