Punya Virtual Account, Jumlah Imbal Hasil Calon Jemaah Haji akan Diketahui

Kompas.com - 14/12/2018, 20:15 WIB
Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Rifki Ismal, Kepala BPKH Anggito Abimanyu, Anggota Badan Pelaksana Bidang Operasional BPKH A. Iskandar Zulkarnain, di Surabaya, Jumat (14/12/2018). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIADeputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Rifki Ismal, Kepala BPKH Anggito Abimanyu, Anggota Badan Pelaksana Bidang Operasional BPKH A. Iskandar Zulkarnain, di Surabaya, Jumat (14/12/2018).

SURABAYA, KOMPAS.com - Badan Pengelola Keuangan Haji menyatakan, calon jamaah haji sudah bisa memiliki rekening maya atau virtual account di tahun 2019 mendatang. Melalui virtual account ini, imbal hasil (return) yang diterima calon jemaah akan bisa diketahui.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Operasional Iskandar Zulkarnain menyatakan, untuk membuka rekening tersebut, setoran awal yang harus diberikan oleh jamaah haji sebesar Rp 25 juta.

Virtual account ini merupakan bentuk pengelolaan dana haji yang terbuka dan transparan.

"Undang-Undang Nomor 34 tahun 2014 tentang Pengelolaan Dana Haji mengamanatkan kepada BPKH untuk memiliki Rekening Maya," ujar dia ketika memberikan penjelasan kepada awak media di sela penyelenggaraan Indonesia Shari'a Economy Festival di Surabaya, Jumat (14/12/2018).

Dia menjelaskan, nantinya imbal hasil akan diberikan kepada calon jamaah haji secara periodik selama enam bulan sekali.

Adapun sebanyak 3,9 juta calon jamaah haji yang sudah mendaftar di tahun-tahun sebelumnya akan dikonversi. Namun, sebelumnya harus dilakukan proses verifikasi.

Sementara, untuk yang baru mendaftar secara otomatis akan mendapatkan rekening maya tersebut.

“Sebanyak 3,9 juta (jemaah tunggu) akan diverikasi terlebih dahulu dan butuh pendalaman untuk nanti diberi virtual account," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu mengatakan total dana haji yang dikelola BPKH tahun ini sebesar Rp 110 triliun dengan jumlah total nilai manfaat yang akan dibagikan sekitar Rp 6 triliun, sementara tahun depan sebesar Rp 7 triliun.

"Sekarang nilai manfaat Insya Allah Rp 6 triliun karena belum selesai penghitungan, dan tahun depan Rp 7 triliun," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X