Sawit Sempat Ganjal Kerja Sama Indonesia dengan 4 Negara Eropa Ini

Kompas.com - 17/12/2018, 06:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, perjanjian kerja sama antara Indonesia dengan negara-negara European Free Trade Association (EFTA) sempat mengalami kendala.

Adapun negara-negara yang tergabung dalam EFTA, yaitu Swiss, Liechtenstein, Islandia, dan Norwegia.

Menurut Enggar, perjanjian tersebut sempat terjadi negoisasi yang alot selama delapan tahun.

"Mereka menahan sawit, CPO kita, dan untuk itu saya juga menahan salmonnya, terutama dari Norwegia," ujar Enggar di Jakarta, Minggu (16/12/2018).

Baca juga: BPDP-KS: Industri Sawit Kontributor Pengentasan Kemiskinan di RI

Enggar mengatakan, kealotan negoisasi itu akhirnya dijembatani oleh Menteri Perdagangan Swiss, Schneider-Ammann.

Menurut Enggar, pemerintah tetap ngotot agar negara-negara EFTA mau menerima CPO asal Indonesia. Bahkan, pemerintah mengancam tak akan melanjutkan kerja sama tersebut jika CPO asal Indonesia tak diterima.

"Saya bilang ini perjalanan sudah banyak, dua-duanya saling menguntungkan. Kalau Anda tidak buka sawit kita, sudah kita lupakan lah apa yang kita jalankan, ini akan sia-sia. Padahal ada potensi positif, pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan berbagai hal," kata Enggar.

Menurut Enggar, permasalahan sawit merupakan hal yang penting. Sebab, ada sekitar 16,5 juta jiwa yang hidupnya bergantung pada industri sawit.

"Kalau kita bicara sustainability-nya, mari kita bandingkan dengan komoditi lain, berapa besar hutan yang dipangkas, yang terjadi deforestasi untuk vegetable oil," ucap dia.

Setelah proses yang panjang lanjut Enggar, akhirnya negara-negara EFTA mau menerima sawit asal Indonesia.

"Maka akses sawit ke Norwegia bebas. Untuk itu saya bilang salmon silakan masuk. Siapa sih di sini yang mau makan salmon, adanya paling di five star hotel. Saya enggak ada soal," ujar dia.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia resmi bekerja sama dengan empat negara yang tergabung dalam European Free Trade Association (EFTA), yakni Swiss, Liechtenstein, Islandia, dan Norwegia.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan lndonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (lE-CEPA).

Perundingan IE-CEPA berlangsung selama hampir delapan tahun sebelum akhirnya dinyatakan selesai secara substantif oleh para juru runding dalam pertemuan di Bali pada 29 Oktober-1 November 2018, dan dideklarasikan final oleh para Menteri pada 23 November 2018 di Jenewa, Swiss.

Baca juga: Indonesia Resmi Kerja Sama dengan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.