Tinggal Pertamina yang Belum Turunkan Harga BBM Nonsubsidi

Kompas.com - 17/12/2018, 06:37 WIB
Seorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU  34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018). KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHSeorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU 34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com —  Meskipun harga minyak mentah dunia mengalami penurunan, Namun, PT Pertamina (Persero) hingga kini masih juga belum menurunkan harga BBM nonsubsidi sejak 10 Oktober 2018 lalu. Padahal, badan usaha lain telah menurunkan harga BBM nonsubdidi yang dijual di SPBU-nya.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, Pertamina masih melakukan evaluasi terkait harga BBM. Dia tidak menjelaskan alasan belum turunnya harga BBM nonsubdisi yang dijual Pertamina.

"Masih evaluasi," ujar Aditama seperti dilansir Kontan.co.id pada Minggu (16/12/2018).

Pemerintah sendiri sudah mewanti-wanti agar Pertamina dan badan usaha penyalur BBM yang belum menurunkan harga BBM nonsubsidi untuk menyesuaikan harga paling lambat Januari 2019. Penurunan harga BBM nonsubsidi sejalan dengan penurunan harga minyak dunia.

Baca juga: Tiga Perusahaan Ini Telah Turunkan Harga BBM Non-Subsidi

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyebut ada tiga perusahaan yang belum menurunkan harga BBM nonsubsidi, yaitu PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, dan Exxon. Ketiga perusahaan tersebut pun berjanji akan menurunkan harga BBM nonsubsidi pada bulan Januari 2019.

Pemerintah masih maklum ketiga perusahaan tersebut belum menurunkan harga BBM nonsubsidi pada Desember karena masih ada stok minyak yang dibeli ketiga harga minyak masih tinggi. "Kan stoknya banyak," kata Djoko pada Selasa (11/12/2018).

Oleh karena itu, pemerintah masih akan menunggu realisasi penurunan BBM nonsubsidi ketiga perusahaan tersebut hingga Januari 2019 mendatang. Jika tidak juga diturunkan harganya, pemerintah akan memanggil kembali Pertamina, Shell, dan Exxon.

Shell dan ExxonMobil pada pekan lalu langsung menurunkan harga BBM nonsubsidi. Shell Indonesia telah menurunkan harga BBM nonsubsidi per 13 Desember 2018.

Shell menurunkan harga BBM jenis Shell reguler sebesar Rp 550/liter di wilayah Jabodetabek. Harga Shell Reguler per 2 November tercatat sebesar Rp 10.550 per liter menjadi Rp 10.000 per liter per 13 Desember 2018. Sementara untuk wilayah Bandung, harga Shell reguler menjadi Rp 10.500 per liter.

Selain Shell Reguler, harga BBM yang dijual Shell Indonesia masih tetap sama. Khusus untuk wilayah Jabodetabek, Shell Super dijual seharga Rp 10.750-10.850 per liter, Shell V-Power dijual Rp 12.300-12.450 per liter, dan Shell Diesel dijual seharga Rp 12.100-12.250 per liter.

Sementara ExxonMobil tercatat telah menurunkan harga BBM jenis 92R untuk wilayah Jawa Barat dan Banten. Per 12 Desember 2018, harga 92R turun sebesar Rp 1.100 per liter dari Rp 10.900 per liter menjadi Rp 9.800 per liter. (Febrina Ratna Iskana)

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Harga minyak rendah, harga BBM milik Pertamina belum turun



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Earn Smart
Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X