Meski Dikecam Trump, The Fed Diprediksi Tetap Naikkan Suku Bunga

Kompas.com - 19/12/2018, 10:54 WIB
Gedung Federal Reservecnn money Gedung Federal Reserve

WASHINGTON, KOMPAS.com - Bank sentral AS Federal Reserve diprediksi tetap menaikkan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) sebesar 25 basis poin (bps) pada Rabu (19/12/2018) waktu setempat. The Fed juga diproyeksikan memberi sinyal tidak akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak seperti yang sebelumnya diperkirakan.

Dikutip dari CNBC, sejumlah analis memprediksi FFR akan berkisar antara 2,25-2,5 persen. Tidak hanya itu, The Fed juga diperkirakan akan menghilangkan bahasa "melanjutkan kenaikan suku bunga acuan secara bertahap."

Menurut proyeksinya, The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali pada tahun 2019. Akan tetapi, para ekonom kini memproyeksikan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali pada tahun depan dan kemungkinan kenaikan lagi pada tahun 2020.

"Ekonomi melambat. Mereka (The Fed) terlalu optimis terhadap outlook mereka, namun pada saat yang sama, mereka akan berjalan pada jalur yang tidak terlalu dikhawatirkan," kata George Gonclaves, head of fixed income strategy di Nomura.

Baca juga: Trump Sebut The Fed Tak Perlu Naikkan Suku Bunga pada Bulan Ini

Proyeksi kenaikan suku bunga ini terjadi di tengah turbulensi pasar keuangan. Pasar telah bereaksi terkait kekhawatiran kenaikan suku bunga, perang dagang, dan data ekonomi global yang melemah dapat menggiring AS ke resesi.

Gubernur The Fed Jerome Powell juga menghadapi galombang kritik dari Gedung Putih. Presiden Donald Trump berulang kali memprotes kebijakan kenaikan suku bunga dan kebijakan neraca The Fed.

"Saya pikir The Fed akan mencoba dan sukses memberikan nada menenangkan kepada pasar ekuitas. Saya rasa pasar akan memaksa The Fed memutuskan kenaikan (suku bunga dengan nada) dovish," sebut Mark Cabana, head of US short rate strategy di Bank of America Merrill Lynch.

Baca juga: Peluang The Fed Menaikkan Kembali Suku Bunga di Desember Menguat

Cabana memproyeksikan kenaikan FFR sebanyak dua kali pada tahun 2019. Sementara itu, pada tahun 2020, The Fed hanya akan satu kali menaikkan FFR menjadi di atas 3 persen.

Terkait kecaman dari Trump, sejumlah pengamat memprediksi Powell tidak akan menghiraukan kritik dari Trump dan memberikan sinyal The Fed tetap independen.

"Saya pikir kritik dari Presiden cukup kontraproduktif. The Fed sangat menjaga independensinya," tutur Cabana.

The Fed juga diekspektasikan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS dan kemungkinan proyeksi inflasi di bawah 2 persen. The Fed pada September 20198 lalu menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS menjadi 2,5 persen, namun para analis memperkirakan bisa saja The Fed kembali menurunkannya menjadi 2,3 persen.

 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X