Kompas.com - 20/12/2018, 06:36 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, pada Rabu (19/12/2018) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan mereka sebesar 25 basis points (bps) namun menurunkan proyeksi kenaikan di tahun 2019 mendatang.

Dikutip dari CNBC, Kamis (20/12/2018), langkah The Fed sesuai dengan dugaan pelaku pasar, dengan menaikkan suku bunga acuan menjadi 2,25 persen hinga 2,5 persen. Kenaikan kali ini merupakan kenaikan suku bunga The Fed untuk keempat kalinya untuk tahun ini, serta yang kesembilan kalinya sejak bank sentral melakukan normalisasi kebijakan pada Desember 2015.

Keputusan untuk menaikkan suku bunga tetap dilakukan meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus melakukan protes. Pada Senin, (17/12/2018), melalui akun twitternya, Presiden Trump melakukan sindiran kepada The Fed.

"Hal yang luar biasa, The Fed kembali akan menaikkan suku bunga," tulis Trump dalam akun twitternya.

Ke depan, pejabat The Fed memroyeksi masih ada kenaikan suku bunga acuan sebanyak dua kali tahun depan, berkurang dari proyeksi sebelumnya namun masih lebih banyak dengan konsensus pasar yang menyatakan tidak ada kenaikan suku bunga tahun depan.

Pilihan kata yang digunakan The Fed dalam laporan paska pertemuan tidak sepenuhnya dovish. Mereka tetap menyatakan kemungkinan kenaikan suku bunga di tahun 2018, meski tidak seagresif tahun ini.

Kenaikan suku bunga di tahun 2019 mendatang, sebut The Fed, akan dilakukan secara gradual, sesuai dengan kisaran target fed fund rate seiring dengan ekspansi di kegiatan ekonomi, kuatnya permintaan pada pasar lapangan kerja, serta inflasi yang berada di kisaran 2 persen.

Seiring dengan kenaikan tersebut, investor pun juga memperkirakan ke arah mana perkembangan kenaikan suku bunga di masa yang akan datang. Berdasarkan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dilakukan selama dua hari tersebut, The Fed nampaknya akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali tahun depan dan kemungkinan sekali lagi di tahun 2020.

Hal tersebut membuat investor khawatir mengenai mengetatnya kondisi pasar keuangan serta kekhawatiran The Fed bergerak terlampau cepat. Indeks saham Wall Street pun terkoreksi pada perdagangan hari itu serta pergerakan Wall Street cenderung negatif sepanjang tahun ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNBC


Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indeks Filantropi RI Stagnan di 'Doing Okay' Selama 2 Tahun, Perlu Ada Perbaikan Regulasi

Indeks Filantropi RI Stagnan di "Doing Okay" Selama 2 Tahun, Perlu Ada Perbaikan Regulasi

Whats New
Perluas Jaringan, BUMN BKI Teken Kerja Sama dengan Emirates Classification Society

Perluas Jaringan, BUMN BKI Teken Kerja Sama dengan Emirates Classification Society

Whats New
Dari 3 Platform 'Online' Ini, Mana yang Paling Banyak Beri Keuntungan ke Mitra UMKM Kuliner?

Dari 3 Platform "Online" Ini, Mana yang Paling Banyak Beri Keuntungan ke Mitra UMKM Kuliner?

Whats New
Aplikasi Pesan Makanan 'Online' Dorong Penjualan UMKM 1,9 Kali Lipat Dibanding 'Offline'

Aplikasi Pesan Makanan "Online" Dorong Penjualan UMKM 1,9 Kali Lipat Dibanding "Offline"

Whats New
SIM Indonesia Bisa Berlaku di Luar Negeri, Mana Saja?

SIM Indonesia Bisa Berlaku di Luar Negeri, Mana Saja?

Whats New
Komisi VII DPR RI: Indonesia Masuk ke EBT adalah Suatu Keharusan

Komisi VII DPR RI: Indonesia Masuk ke EBT adalah Suatu Keharusan

Whats New
Salahkah Orang Kaya Pakai BPJS Kesehatan? DJSN: Sudah Jelas Amanat JKN Itu Gotong Royong

Salahkah Orang Kaya Pakai BPJS Kesehatan? DJSN: Sudah Jelas Amanat JKN Itu Gotong Royong

Whats New
11 Kelompok Tani di Aceh Besar Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan

11 Kelompok Tani di Aceh Besar Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan

Whats New
Soal Permentan 18/2021, Kementan: Masyarakat Dilarang Serobot Kebun Inti Perusahaan

Soal Permentan 18/2021, Kementan: Masyarakat Dilarang Serobot Kebun Inti Perusahaan

Whats New
SiCepat Eskpres Teken Komitmen 'Green Corporate' untuk Dukung Logistik Hijau

SiCepat Eskpres Teken Komitmen "Green Corporate" untuk Dukung Logistik Hijau

Whats New
Perkuat Pasokan Gas di Batam dan Jatim, PGN Gandeng HCML dan Petrochina Jabung

Perkuat Pasokan Gas di Batam dan Jatim, PGN Gandeng HCML dan Petrochina Jabung

Whats New
Potensi Bisnisnya 8,1 Miliar Dollar AS, Menkes Ajak Pengusaha Garap Sektor Kesehatan yang Bersifat Preventif

Potensi Bisnisnya 8,1 Miliar Dollar AS, Menkes Ajak Pengusaha Garap Sektor Kesehatan yang Bersifat Preventif

Whats New
Harga Emas Antam Naik Rp 1.000 di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Harga Emas Antam Naik Rp 1.000 di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Ingin Dapat Promo Cashback 50 Persen Nonton di Cinepolis, Ini Caranya

Ingin Dapat Promo Cashback 50 Persen Nonton di Cinepolis, Ini Caranya

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.