4 Tahun Jadi Menteri, Susi Sebut Banyak Rencananya yang Belum Terwujud

Kompas.com - 20/12/2018, 15:06 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti ketika membawakan busana rancangan desainer Anne Avantie pada peragaan busana bertajuk Badai Pasti Berlalu yang diselenggarakan di gelaran Jakarta Fashion Week 2019 di Senayan City, Jakarta, Selasa (23/10/2018). Dok. Jakarta Fashion Week 2019Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti ketika membawakan busana rancangan desainer Anne Avantie pada peragaan busana bertajuk Badai Pasti Berlalu yang diselenggarakan di gelaran Jakarta Fashion Week 2019 di Senayan City, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memiliki mimpi dan rencana besar membangun sektor perikanan saat menjabat menteri 10 Oktober 2014 silam.

Namun kini, Susi mengungkapkan kekhawatiran mimpinya itu tidak akan terwujud sepenuhnya.

Hal itu ia sampaikan saat bicara dalam acara pengadaan barang dan jasa di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (20/12/2018).

"Tahun depan selesai kerja saya tanggal 20 Oktober 2019. Apa yang saya dapat? Dari saya punya planning, mimpi, (mungkin) hanya 10 persen saja tidak," ujarnya.

Baca juga: Susi: Di Grup WA, Saya Dicemooh Tak Bisa Kelola Anggaran

Hal ini kata Susi menyusul banyaknya rencana yang dia buat dalam 5 tahun pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla belum terealisasi hingga Desember 2018.

Menteri asal Pangandaran Jawa Barat itu mengatakan, mempunyai master plan dalam 5 tahun. Mulai dari membangun 40 politeknik kelautan, 10.000 kapal kecil, 1.000 kapal 60 GT hingga 20 Sentral Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT).

Tak cuma itu Susi juga memiliki perecanaan anggaran untuk membiayai pembangunan master plan-nya itu. Namun anggaran itu tidak didapatkannya lantaran persoalan akuntabilitas.

Rencana anggaran tahun pertama Rp 13 triliun, tahun kedua Rp 17 triliun, tahun ketiga Rp 22 triliun. Namun akibat pengelolaan anggaran yang diniliau tak efektif di KKP, anggaran yang cair Rp 5,8 triliun.

Untungnya sebut Susi, stok ikan di laut Indonesia kini naik 2 kali lipat dari sebelumnya akibat kebijakan tepat di sekitar hulu sektor perikanan yakni perikanan tangkap. Hal ini membuat Susi bahagia.

Terkait anggaran, Susi meminta seluruh jajaran KKP untuk mengubah pola pikir dan pelaksaan penggunaan anggaran. Salah satunya dengan menggandeng Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan (LKPP).

Dengan skema di LKPP, diharapkan proses pengadaan barang di KKP bisa lebih cepat dan efisien. Meskipun di sisi lain Susi juta meminta jajarannya untuk membahas pengadaan barang tak di akhir tahun.

"Saya mohon maaf ngedumel karena memang ini hal yang membuat saya sangat concern. Dan saya yakin ini bukan hanya persoalan KKP, cuma menteri lain enggak mendumel, diam saja. Kalau saya tidak bisa tidak omong," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X