Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Agar Harga Jual Terkerek, Mendag Minta Produsen Karet Tahan Ekspor

Kompas.com - 21/12/2018, 06:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan meminta produsen karet untuk menahan eskpornya.

Ini dilakukan untuk mendorong agar harga jual karet dunia naik. Adapun Thailand dan Malaysia merupakan pemain besar di sektor karet.

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita mengatakan, rencana itu akan disampaikan dalam pertemuan tingkat tinggi di International Tripartit Rubber Council (ITRC) yang berlangsung akhir Desember ini.

"Mengenai karet kita segera duduk bersama. Memang ITRC sudah lakukan tapi belum ada titik temu, pertemuan (sebelumnya) untuk sepakat mengurangi ekspor itu tidak ditaati," kata Enggartiasto di Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Baca juga: Harga Karet Jeblok, Jokowi Janji Pemerintah Beli dari Petani

Enggartiasto menerangkan, kini upaya yang dilakukan ialah melakukan pertemuan B2B. Nantinya, dalam dalam pertemuan tingkat tinggi akan dibahas mengenai kesepakatan kuota ekspor. Ini demi kebaikan komoditas karet.

"Nanti saat High Level Meeting barangkali akan dibahas mengenai kesepakatan kuota ekspor, seperti OPEC," jelasnya.

Dia mengungkapkan, pada dasarnya Indonesia tidak bisa menerapkan pembatasan ekspor yang dimaksud untuk menaikkan harga karet di pasar internasional. Akan tetapi, dibutuhkan kerja sama dan senergitas dari produsennya atau negara lain.

Baca juga: Ekonomi Global Melemah, Ekspor Karet Tahun Ini Berpotensi Turun

"Tetapi kita tidak bisa sendirian. Jadi ini memang akan kita bahas lebih jauh. Tetapi sisi lain adalah kita meminta bagaimana caranya. Pertama secara internal dilaporkan dulu oleh pak Menko (Darmin Nasution) kepada Presiden. Secara internal bagaimana menaikkan harga di petani," tuturnya.

Upaya dan langkah yang diambil pemerintah ini semata untuk memperhatikan nasib petani karet. Pasalnya, harga karet di tingkat petani menurut akibat harga karet di dunia yang selalu rendah dalam beberapa tahun terakhir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+