RUU Perlindungan Data Pribadi Ditargetkan Rampung Sebelum Pelantikan Presiden 2019

Kompas.com - 21/12/2018, 07:07 WIB
Ilustrasi digital SHUTTERSTOCKIlustrasi digital

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika masih menyusun draf rancangan undang-undang Perlindungan Data Pribadi. Direktur Jenderal Aptika Kemenkominfo Sammy A Pangerapan mengatakan, pihaknya menargetkan RUU tersebut segera rampung dan disahkan pada 2019.

"Saya optimistis selesai tahun depan. Paling tidak sebelum pelantikan (presiden) yang baru," ujar Sammy di Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Sammy mengatakan, RUU PDP belakangan kerap menjadi bahan kampanye untuk dijual ke konstituen. Masalah perlindungan privasi ini menjadi perhatian penuh berbagai pihak, termasuk politisi, sejak ramainya kasus kebocoran data pengguna Facebook.

Setelah itu, kata Sammy, banyak pihak yang mulai menyuarakan pentingnya perlindungan data pribadi. Sisi positifnya, RUU yang pembahasannya berlarut selama 2 tahun ini belakangan mulai dikebut. 

Baca juga: Asosiasi Fintech: Data Pribadi Peminjam Harus Benar-benar Dijaga

"Tahun ini segera kita selesaikan drafnya. Tahun depan sudah di meja presiden dan dikirim ke DPR. Mudah-mudahan 2019 diundangkan, 2020 sudah bisa dilaksanakan," kata Sammy.

Sammy mengatakan, daftar inventaris masalah terkait RUU ini juga sedikit sehingga ia yakin ke depannya pembahasan di DPR akan mulus. Saat ini yang masih dibahas dan sempat menjadi perdebatan adalah soal sanksi, apakaha kan memperberat hukuman penjara atau dendanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, pencurian data merupakan kasus yang berat. Terkait hal itu sebenarnya sudah diatur di Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik. Namun dalam RUU PDP akan dibahas lebih detil soal aa saja yang termasuk data pribadi dan bentuk pelanggarannya.

"Misal kalau dia curi data orang lain buat SIM card dan disalahgunakan datanya, itu berat bisa dihukum lima tahun," kata Sammy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.