KILAS EKONOMI

PGN Tangani Kebocoran Pipa Gas di bawah Taman Semanggi

Kompas.com - 21/12/2018, 11:26 WIB
Petugas PT. Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) menangani kebocoran pipa gas di basan Jembatan Simpang Susun Semanggi, Jumat (21/12/18)Dok. Humas PGN Petugas PT. Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) menangani kebocoran pipa gas di basan Jembatan Simpang Susun Semanggi, Jumat (21/12/18)

KOMPAS.com - Kebocoran pipa gas terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, tepatnya di basan Jembatan Simpang Susun Semanggi. Dugaannya, kebocoran terjadi akibat alat berat kontraktor pelaksana yang sedang membuat mainhole utilitas di sekitar lokasi.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk ( PGN) segera menangani kebocoran pipa gas tersebut. 

Dari siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (21/12/2018), Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan pihaknya pertama kali menerima laporan mengenai kebocoran pipa gas pada pukul 03:57 WIB. Kemudian pada pukul  05:05 WIB, Tim Penanggulangan Gangguan (TPG) PGN datang ke lapangan untuk memastikan kondisi kebocoran dan kerusakan pada pipa PE 180 mm itu.

“Saat ini, Tim PGN sudah melaksanakan koordinasi dengan pihak Kepolisian untuk pengaturan lalu lintas disekitar lokasi kejadian dan melakukan isolasi jaringan dengan menutup line valve terdekat dari lokasi kebocoran. Selanjutnya dilakukan pekerjaan penggalian untuk melakukan cut and replace pada pipa PE 180mm yang rusak tersebut,” ujar Rachmat.

Perkiraannya, pekerjaan perbaikan akan membutuhkan waktu selama 3 jamb di luar waktu pembukaan galian sehingga pada jam 10.00 WIB gas sudah bisa mengalir lagi ke pelanggan terdampak.

Rachmat menambahkan, dari kejadian ini terdapat beberapa pelanggan komersial, khususnya yang berada di wilayah Senayan yang terdampak, diantaranya Hotel Sultan, Hotel Mulia, Plaza Senayan, Hotel Atlet Century Park, Plaza Lifestyle, Restoran Outback Ratu Plaza, Continent Ratu Plaza, dan Hotel Fairmont. 

“Selama pekerjaan perbaikan dilakukan, para pelanggan sudah diinfokan terkait kondisi yang ada dan diminta untuk menyiapkan backup alternatif bahan bakar,” ujar Rachmat.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X