Kisah Sahniati Rintis Usaha Anyaman Ketak Beromzet Rp 70 Juta Seminggu

Kompas.com - 21/12/2018, 12:00 WIB

"2016 sudah mulai kerajinan ketak. Kalau jualan makanan cuma dapat maksimal Rp 400 ribu, jadi tetap kurang. Makanya saya memutuskan untuk jualan (anyaman) ketak saja," kata Sahniati.

Baca juga: BTPN Syariah Siapkan Bankir Pemberdaya Dampingi Nasabah Perempuan

Walaupun bisnisnya tidak selalu berjalan mulus, Sahniati mengaku merasa terbantu dengan adanya pinjaman modal usaha dari BTPN Syariah. Ia mengaku bisa mencukup kebutuhan keluarganya bahkan membangun rumahnya karena usaha yang dibangunnnya bisa berkembang pesat.

Hingga saat ini, ia telah memasarkan hasil anyaman miliknya ke kota Mataram hingga Pulau Bali. Dalam seminggu ia mampu menjual anyaman dengan omset mencapai Rp 70 juta.

Harga satu anyaman berkisar Rp 75.000 hingga Rp 200.000 tergantung pada tingkat kesulitan anyamannya.

"Saya senang karena bisa dibantu BTPN Syariah. Saya sering mau nyerah kalau sudah rugi, tapi saya diberi semangat lagi sama mbak-mbak ini (community officer BTPN Syariah). Pas gempa Lombok itu kan juga turun. Biasanya seminggu bisa dapat Rp 70 juta, ini hanya dapat Rp 5 juta," ujar Sahniati.

"Tapi saya diberi semangat lagi. Disuruh ingat lagi (oleh community officer) tentang perjuangannya sampai bisa seperti sekarang bahkan sampai bisa bangun rumah. Makanya saya semangat lagi jual ke Bali dan Mataram. Ya sudah mulai kembali normal, saya memang gak ambil untung (laba) banyak. Yang penting selalu lancar," lanjut dia.

Baca juga: Digitalisasi Buka Peluang Perempuan Lebih Terlibat di Dunia Industri

Seperti diketahui, BTPN syariah mengembangkan model bisnis keuangan inklusif melalui program pemberdayaan nasabah perempuan. Program pemberdayaan perempuan itu telah dimulai sejak 2011 yang diperuntukkan untuk perempuan-perempuan produktif dari keluarga pra-sejahtera.

Para nasabah perempuan terpilih akan mendapatkan modal usaha dengan jumlah minimum Rp 2 juta. Melalui program tersebut, BTPN Syariah memberikan kesempatan kepada perempuan-perempuan Indonesia dari keluarga pra-sejahtera untuk berjuang dan mewujudkan hidup yang lebih baik.

Para nasabah nantinya akan dilayani dan didampingi oleh bankir pemberdaya. Bankir pemberdaya adalah karyawan BTPN syariah yang membantu melayani urusan perbankan sekaligus memberikan pendampingan pada para nasabah terkait pengelolaan keuangan. Mereka akan mendatangi rumah masing-masing nasabah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.