Dongkrak Penjualan, Bulog Divre Yogyakarta Gandeng Grab

Kompas.com - 21/12/2018, 18:18 WIB
Buruh menurunkan beras Bulog di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (26/7/2017). Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas beras memberikan pengaruh yang besar kepada para petani dan pedagang sehingga menyebabkan pasokan beras ke pasar induk anjlok.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Buruh menurunkan beras Bulog di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (26/7/2017). Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas beras memberikan pengaruh yang besar kepada para petani dan pedagang sehingga menyebabkan pasokan beras ke pasar induk anjlok.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bulog Divre Yogyakarta menjalin kerjasama dengan para driver Grab untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus meningkatkan penjualan produk komersial Bulog seperti beras, gula, minyak goreng, tepung, hingga daging.

Kepala Bulog Divre Yogyakarta Akhmad Kholisun mengatakan, saat ini merk produk pangan milik Bulog seperti BerasKita, ManisKita, MinyakKita, DagingKita, dan TeriguKita semakin diminati masyarakat.

Hal ini terbukti dari terus bertambahnya pendaftar Rumah Pangan Kita (RPK) yang merupakan jaringan penjualan produk Bulog di seluruh Yogyakarta. Hingga saat ini jumlah RPK di wilayah Yogyakarta, Kedu dan Banyumas telah mencapai lebih dari 6000 RPK.

Melihat respon positif masyarakat tersebut, Bulog berinisiatif untuk semakin mendekatkan produk “Pangan Kita” ke masyarakat.

"Para pengemudi grab baik motor maupun mobil memiliki potensi pemasaran yang luas karena mereka secara langsung berinteraksi dengan konsumen di wilayah Yogyakarta," ujar Akhmad dalam keterangan tertulis, Jumat (21/12/2018).

Akhmad mengatakan, tak hanya mengantar penumpang, mitra Grab setiap hari juga memesan makanan dari pemilik warung atau resto. Peluang ini yang ingin dimanfaatkan Bulog agar para pengemudi Grab juga turut menawarkan produk Bulog.

Sementara itu, mitra Grab memperoleh keuntungan dari menjual produk Bulog. Pengemudi dapat mengambil produk Bulog dengan harga yang terjangkau atau setara dengan jaringan RPK untuk dijual ke konsumen.

“Selain memperoleh hasil dari mengantar penumpang, para driver kini juga dapat memperoleh pendapatan tambahan dari berbisnis produk Bulog,” kata Akhmad.

Program tersebut dilandasi tujuan Perum Bulog yang ingin menjangkau semua lapisan, tidak terkecuali para driver dalam pemenuhan kebutuhan pangan pokoknya. Bulog menargetkan 10.000 driver di Wilayah Yogyakarta dan Kedu Raya dapat turut memasarkan produk mereka.

"Diharapkan dengan kerjasama ini, tujuan dari Perusahan dalam upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan pokok dapat benar-benar hadir di masyarakat untuk menciptakan stabilisasi harga," kata Akhmad.



Close Ads X