Gubernur BI: Nilai Tukar Rupiah Stabil, Ada Kecenderungan Menguat...

Kompas.com - 21/12/2018, 20:12 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan jajaran Dewan Gubernur BI ketika memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (20/12/2018). Kompas.com/Mutia FauziaGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan jajaran Dewan Gubernur BI ketika memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (20/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS bergerak stabil dalam beberapa hari terakhir ini. Bahkan, Perry menyebut bahwa rupiah cenderung bergerak menguat walaupuan kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian.

"Untuk nilai tukar rupiah bergerak stabil, bahkan ada kecenderungan menguat. Meskipun dari sisi globalnya terjadi ketidakpastian karena adanya pengumuman The Fed Fund Rate (FFR)," ujar Perry di Komplek Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (21/12/2018).

Dia membeberkan beberapa faktor pendorong pergerakan rupiah ini di antaranya adalah bekerjanya mekanisme pasar.

"Itu karena semakin bekerjanya mekanisme pasar, supply demand di pasar berkembang sangat baik, tidak hanya di spot, swap, tapi juga di domestik, NDF yang semakin berkembang," ujarnya.

Baca juga: Rupiah Lanjutkan Penguatan ke Rp 14.300 Per Dollar AS

Hal tersebut akhirnya menciptakan kondisi yang alternatif bagi korporasi maupun investor dalam memenuhi valuta asingnya.

“Sehingga memperkuat mekanisme pasar dan juga memberikan kepercayaan kepada pasar," kata Perry.

Kepercayaan terhadap pasar ini terkait dengan kebijakan-kebijakan yang ditempuh oleh BI, pemerintah, maupun otoritas terkait dan prospek ekonomi Indonesia dinilai cukup baik.

"Oleh karena itu di pagi pasca pengumuman memang sempat ada tekanan, tapi hanya bergerak sebentar, siang mulai stabil dan bahkan cenderung menguat dan hari ini jg kecenderungannya menguat," ujarnya.

Namun, dibalik itu, Perry masih melihat bahwa nilai rupiah masih dibawah nilai fundamentalnya. Oleh karena itu, diharapkannya faktor-faktor positif yang mulai terlihat saat ini bisa mendorong rupiah memiliki kinerja lebih baik dihapan dollar AS ke depan.

"Kami masih melihat bahwa nilai tukar sekarang ini masih undervalued dan ke depannya faktor-faktor positif itu akan membawa Rupiah lebih stabil dan cenderung menguat," kata dia,

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X