Gerindra: Freeport Dibayar Inalum Pakai Global Bond, Artinya Utang dari Asing...

Kompas.com - 22/12/2018, 16:40 WIB
Politikus Gerindra Ahmad Riza Patria memberikan keterangan kepeda awak media di Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2018).KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Politikus Gerindra Ahmad Riza Patria memberikan keterangan kepeda awak media di Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengkritik pemerintah terkait penyelesaian transaksi divestasi 51,2 persen saham PT Freeport Indonesia oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau PT Inalum.

Anggota BPN Ahmad Riza Patria menyebut, pembelian saham Freeport harusnya bisa menggunakan uang rakyat Indonesia.

"Orang bilang ini hebat, justru ini masalah. Kenapa? Karena Freeport itu yang dibayar Inalum menggunakan global bond, artinya utang dari asing. Sama aja dimiliki oleh asing, dibayar pakai dollar AS. Kita dibodohi aja," kata politikus Gerindra ini di Jakarta, Sabtu (22/12/2018).

Menurut dia, sejumlah cara bisa digunakan pemerintah untuk membayar transaksi tersebut. Yang pertama dengan memakai dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga: Rhenald Kasali Sebut Saat Jokowi Mulai Eksekusi Beli Freeport, AS Marah Besar

"Kedua penyertaan BUMN, tiga umpamanya domestic bond, empat mobilisasi seluruh rakyat beli saham Inalum. Saya kira orang-orang Papua yang kaya-kaya itu beli, di Jawa beli, di Kalimantan beli, dan beli semua," sebut dia.

Dia menilai, pada prinsipnya Presiden itu diberi kepercayaan atau mandat oleh rakyat. Sehingga pemerintah harus mempertimbangan segala hal sebelum mengambil keputusan demi kebaikan Indonesia.

"Penyertaan modal Inalum itu pakai dana asing, sama aja McMoran juga nanti yang beli. Jelas ini, orang bilang hebat, ini justru keblinger ini. Kenapa enggak domestic bond?" ucapnya.

Riza pun mempertanyakan pemerintah karena tidak memobilisasi rakyat Indonesia untuk membelian saham Freeport. Ini dianggap merupakan sebagai bentuk nasionalisme.

"Pemerintah tidak bisa mobilisasi dana karena memang perekonomiannya lesu. Sederhana, kepentingan politik, pencitraan dan sebagainya. Ini juga menunjukkan pro asing. Karena Freeport dibayar oleh asing pakai global bond," tambahnya.

"Jadi rakyat cerdas sudah tahu ini akal-akalan. Tanya ahli ekonomi dan investasi. Ini sangat sederhana," sambungnya.

Sebagai informasi, Inalum awalnya akan melakukan pinjaman kepada sindikasi perbankan asing untuk membayar proses akuisisi ini.

Namun dengan sejumlah pertimbangan, akhirnya Inalum memilih menerbitkan global bond senilai 4 miliar dollar AS. Dengan rincian 3,85 miliar dollar AS digunakan untuk pembayaran saham dan 150 juta dollar AS untuk refinancing

Inalum dalam laporan yang diperoleh Kompas.com menyebut, penerbitan obligasi lebih   kompetitif  dan stabil  dibandingkan dengan pinjaman dari sindikasi perbankan asing. Pada pinjaman perbankan sendiri terdapat risiko suku bunga yang dapat melonjak di saat ketidakpastian ekonomi global.  

Baca juga: Bayar Freeport, Inalum Akhirnya Terbitkan Obligasi 4 Miliar Dollar AS      



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X