Tsunami Banten, Warga Diimbau Menyeberang Selat Sunda Siang Hari

Kompas.com - 23/12/2018, 12:03 WIB
Ribuan kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera memadati Dermaga IV Pelabuhan Merak saat terjadi ombak besar dan angin kencang, Jumat (1/12/2017). Rute penyeberangan Jawa-Sumatera di Selat Sunda terdampak siklon tropis Dahlia mengakibatkan kecepatan angin meningkat hingga 45 knot serta tinggi gelombang laut sampai 6 meter yang dapat mengancam keselamatan pelayaran membuat otoritas Syahbandar dan PT ASDP Merak menerapkan sistem buka tutup yang berdampak antrean kendaraan makin panjang.ANTARA FOTO/WELI AYU REJEKI Ribuan kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera memadati Dermaga IV Pelabuhan Merak saat terjadi ombak besar dan angin kencang, Jumat (1/12/2017). Rute penyeberangan Jawa-Sumatera di Selat Sunda terdampak siklon tropis Dahlia mengakibatkan kecepatan angin meningkat hingga 45 knot serta tinggi gelombang laut sampai 6 meter yang dapat mengancam keselamatan pelayaran membuat otoritas Syahbandar dan PT ASDP Merak menerapkan sistem buka tutup yang berdampak antrean kendaraan makin panjang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Operasional penyeberangan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni berjalan normal pasca tsunami yang menerjang pesisir pantai di Banten dan Lampung, Sabtu (22/12/2018).

Meski begitu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberikan himbauan kepada masyarakat yang ingin menyeberang Salat Sunda, dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni atau sebaliknya.

"Disarankan untuk menyeberang pada siang hari," Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Imelda Alini, Jakarta, Minggu (23/12/2018).

Baca juga: Pasca Tsunami Banten, Operasional Pelabuhan Merak dan Bakauheni Normal

Imbauan itu juga diberikan seiring kondisi cuaca yang ekstrim di sekitar Selat Sunda. Pengguna jasa pun diminta untuk tetap waspada selama dalam perjalanan.

Seperti diketahui, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih tinggi. Hal ini pula yang diperkirakan menimbulkan longsoran bawah laut sehingga menimbulkan gelombang tsunami.

Saat ini, ASDP terus berkoordinasi dengan BMKG dan BPTD untuk memastikan kondisi tetap aman untuk melakukan aktivitas penyeberangan.

Baca juga: Update BNPB: Tsunami di Banten, 62 Meninggal, 584 Luka-luka

Secara berkala, ASDP akan memberikan informasi terkini kepada para pengguna jasa terkait kondisi cuaca.

Di lintasan Merak-Bakauheni beroperasi 31 dari total 59 kapal yang ada. Keenam diantaranya adalah milik ASDP yaitu KMP Jatra 1, KMP Portlink, KMP Portlink III, KMP Portlink V, KMP Sebuku, dan KMP Batumandi.

Kompas TV Kapusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan berdasarkan data sementara hingga pukul 07.00 WIB total dampak Tsunami yang terjadi di selat Sunda yakni 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka, 2 orang hilang, 430 rumah rusak berat, 9 hotel rusak, dan 10 kapal juga rusak. Dari data ini akan dipastikan masih bisa berubah karena saat ini pendataan terus dilakukan.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X