Trump Ingin Memecat Gubernur The Fed, Bagaimana Imbasnya ke IHSG?

Kompas.com - 24/12/2018, 05:08 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AFP / NICHOLAS KAMMPresiden Amerika Serikat Donald Trump.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump nampaknya geram terhadap Gubernur Federal Reserve Jerome Powell. Trump berencana memecat Powell akibat keputusannya menaikkan suku bunga acuan atau Fed Fund Rate pada Rabu (19/12/2018) lalu.

Selain itu kerugian pasar saham AS diduga menjadi alasan lain mengapa Trump ingin melengserkan Powell.

The Fed sendiri telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis point menjadi 2,25 persen-2,5 persen. Selain itu the Fed juga memberikan sinyal bahwa kenaikan untuk tahun depan hanya dua kali lagi, dari tiga kali menurut konsensus para pelaku pasar finansial global.

Lalu bagaimana pengaruh rencana Trump tersebut terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG)? Apakah sentimen negatif dari Negeri Paman Sam ini bisa menyetir pergerakan indeks ke zona merah jelang penutupan perdagangan pada Jumat (28/12/2018) mendatang?

Baca juga: Geram Suku Bunga Naik, Trump Disebut Bakal Pecat Gubernur The Fed

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menyebut rencana Trump melengserkan Powell dari singgasananya tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan indeks di akhir tahun 2018.

“Pernyataan itu dampaknya mungkin tidak terlalu besar ya karena market, termasuk di negara-negara maju sedang libur. Jadi tidak terlalu se-volatile dengan beberapa periode sebelumnya baik untuk pasar saham, foreign exchange (forex), maupun komoditas.” kata Nafan seperti dilansir Kontan.co.id Minggu (23/12/2018).

Nafan memproyeksi, pergerakan indeks cenderung datar atau flat hingga awal tahun 2019. IHSG diproyeksi akan bertengger dengan kecenderungan berada di atas 6.116-6.117 dan berpeluang menguat tipis.

Sementara untuk pergerakan indeks di tahun 2019, Nafan menilai rencana Trump tersebut tidak akan memberikan pengaruh signfikan. Pergerakan indeks akan tetap dengan kecenderungan menguat akibat fenomena window dressing jelang akhir tahun dan January effect pada bulan depan.

Baca juga: IHSG Diprediksi Bullish hingga Awal 2019, Ini Saham-saham yang Bisa Dilirik

Terlebih rencana Trump kali ini dapat dikatakan belum final dan harus menghadapi sejumlah halangan. Asal tahu saja, otorisasi hukum yang dimiliki Trump untuk bisa memecat Powell masih belum jelas hingga kini.

Undang-Undang The Fed menyatakan bahwa gubernur dapat dihilangkan karena alasan presiden. Namun, aturan-aturan seputar pemecatan pemimpin bank sentral secara hukum tidak jelas.

“Jika benar-benar Powell dicopot dan penggantinya datang dari pihak oposisi atau Demokrat, tentu akan semakin membuat kacau kondisi perekonomian global. Tetapi jika diganti dengan ekonom atau bankir yang satu haluan dengan Trump mungkin akan lebIh kondusif walaupun tetap menjadi sentimen negatif bagi pergerakan sejumlah indeks di dunia,” kata Nafan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X