Pasca-tsunami Selat Sunda, Telkom Sebut Semua Layanan Berfungsi

Kompas.com - 24/12/2018, 09:25 WIB
Suasana di salah satu villa yang porak poranda diterjang tsunami di Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018). Informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) data terkini korban hingga pukul 16.00 WIB, yaitu 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang belum ditemukan. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISuasana di salah satu villa yang porak poranda diterjang tsunami di Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018). Informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) data terkini korban hingga pukul 16.00 WIB, yaitu 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang belum ditemukan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasca musibah tsunami dan gelombang tinggi di kawasan Anyer, Provinsi Banten dan Kalianda, Provinsi Lampung pada Sabtu malam (22/12/2018) seluruh layanan TelkomGroup berfungsi normal. Baik seluler maupun non seluler.

“Pantauan kami, hingga Minggu siang belum ada laporan gangguan layanan, baik untuk Telkomsel, IndiHome maupun layanan lainnya,” kata Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo melalui keterangan resminya diterima Kompas.com.

Arif menjelaskan, meskipun ada beberapa Base Transceiver Station (BTS) di area Anyer yang sempat tidak berfungsi akibat terganggunya catuan, namun layanan seluler pelanggan tetap dapat berfungsi normal.

"TelkomGroup melalui Posko Siaga Natal dan Tahun Baru akan terus memantau dan terus menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan layanan pelanggan," ujarnya.

Baca juga: Pasca-tsunami Selat Sunda, ESDM Pastikan Pasokan Listrik dan BBM Aman

Dia mengungkapkan, seluruh jajaran TelkomGroup menyatakan turut berbela sungkawa dan duka cita mendalam atas terjadinya musibah tsunami yang melanda sebagian kawasan Selat Sunda. Berharap kondisi di kedua daerah terdampak dapat segera pulih.

Peristiwa yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan sejumlah bangunan maupun infrastruktur terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gelombang yang menerjang sejumlah wilayah sekitar Selat Sunda itu merupakan tsunami.

"Karena digabung, menimbulkan tinggi tsunami yang signifikan dan menimbulkan korban dan kerusakan yang luar biasa," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono di Jakarta, Minggu (23/12/2018).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X