AirAsia Jual 25 Unit Pesawat, Mengapa?

Kompas.com - 25/12/2018, 17:21 WIB
Pesawat AirAsia Indonesia bertipe Airbus 320 dengan gambar bertema pariwisata dan budaya Indonesia berupa Candi Borobudur, Gunung Bromo, dan Wayang serta logo Wonderful Indonesia dipamerkan di area Garuda Maintainance Facilities (GMF) Aeroasia, Banten, Rabu (13/9/2017). KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pesawat AirAsia Indonesia bertipe Airbus 320 dengan gambar bertema pariwisata dan budaya Indonesia berupa Candi Borobudur, Gunung Bromo, dan Wayang serta logo Wonderful Indonesia dipamerkan di area Garuda Maintainance Facilities (GMF) Aeroasia, Banten, Rabu (13/9/2017).

PETALING JAYA, KOMPAS.comAirAsia Group Bhd menjual 25 pesawatnya ke perusahaan investasi swasta AS Castlelake LP. Perjanjian penjualan pesawat tersebut senilai 3,22 miliar ringgit atau 768 juta dollar AS.

Dikutip dari The Star Online, Selasa (25/12/2018), Castlelake juga akan membeli empat unit pesawat baru yang akan dikirim ke AirAsia pada tahun 2019. Total 29 pesawat tersebut, yakni Airbus A320-200ceo dan A320neo akan disewakan kembali ke AirAsia.

Bagi AirAsia, kesepakatan bisnis ini adalah upaya untuk memonetisasi asetnya. Ini sejalan dengan fokus transformasi AirAsia untuk menjadi perusahaan yang efisien secara aset dan fokus pada digital.

Baca juga: Garuda: AirAsia Mulai Dekati Garuda Indonesia Untuk Kerja Sama Operasi

Dalam laporan kepada Bursa Malaysia, Airasia menyatakan anak usaha tak langsungnya, Asia Aviation Capital Limited (AACL) telah masuk dalam tahap kesepakatan pembelian saham dengan entitas tak langsung Castlelack untuk pelepasan seluruh kepemilikan sahamnya di Merah Aviation Asset Holding Ltd yang merupakan pemilik pesawat AirAsia.

AirAsia juga mengatakan AACL telah menandatangani perjanjian penjualan dan penyewaan kembali dengan Castlelake untuk usulan penjualan dan penyewaan kembali empat pesawat baru pada tahun 2019 untuk pertimbangan pembelian yang akan ditentukan di kemudian hari, tergantung pada tanggal akhir pengiriman dan penyesuaian eskalasi harga dari setiap pesawat.

Dikatakan hasil dari pelepasan terutama untuk pembayaran utang yang ada dan untuk membiayai perkiraan biaya untuk transaksi yang diusulkan.

Baca juga: Ini Alasan AirAsia Lirik Garuda Indonesia untuk Kerja Sama Operasi

"Direksi percaya bahwa transaksi yang diusulkan sejalan dengan strategi grup AirAsia untuk fokus pada operasi maskapai inti, sambil mengalokasikan sumber daya dalam grup AirAsia secara lebih efisien,” tulis AirAsia dalam pernyataannya.

Transaksi antara AirAsia dan Castlelake mengkonfirmasi laporan Reuters awal bulan ini bahwa kedua belah pihak memang telah mencapai kesepakatan.

"Kesepakatan itu menggarisbawahi keinginan kuat akan dana untuk berinvestasi di sektor sewa pesawat global, yang diuntungkan dari meningkatnya permintaan di belakang kenaikan angkutan berbiaya rendah dan lalu lintas penumpang," jelas AirAsia.

Castlelake, dana global yang berfokus pada investasi alternatif, telah meningkatkan eksposurnya pada aset penerbangan.




Close Ads X