Mengenal Santripreneur, Program Kemitraan Ekonomi Umat

Kompas.com - 26/12/2018, 15:19 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution

JAKARTA, KOMPAS.com - Pilot Program Santripreneur dan Petani Muda resmi meluncur hari ini, Rabu (26/12/2018). Pondok Pesantren Pemberdayaan Umat, Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor jadi tempat uji cobanya.

Santripreneur merupakan bagian dari Program Kemitraan Ekonomi Umat yang menyasar santri tingkat akhir, alumni pondok pesantren dan masyarakat sekitar pondok pesantren.

Kementerian Koordinator Perekonomian mengungkapan, program ini dirancang untuk mencetak wirausaha baru pertanian dalam rangka regenerasi petani serta mengembangkan potensi lahan non-produktif termasuk di pondok pesantren.

"Program ini merupakan implementasi dan tindak lanjut dari Kebijakan Pemerataan Ekonomi dan Kongres Ekonomi Umat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI),” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dalam siaran pers, Jakarta.

Baca juga: Luhut: Pengusaha Besar dan Santri Bisa Kerja Sama Ciptakan Usaha Baru

Cakupan program Santripreneur meliputi kegiatan pelatihan serta pengembangan usaha pertanian pasca pelatihan.

Fokusnya kepengembangan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. Khususnya, hortikultura yang diintegrasikan dengan usaha peternakan dan perikanan.

Nantinya Institut Pertanian Bogor (IPB) akan memberikan fasilitasi dalam aspek penyediaan lahan, akses pembiayaan, teknologi, pasar, dan pendampingan.

Program Kemitraan Ekonomi Umat memfasilitasi berbagai inisiatif kemitraan kelompok masyarakat berbasis pondok pesantren, masyarakat sekitar pondok pesantren, dan masyarakat khususnya UMKM dengan kelompok usaha besar.

Pemerintah mendorong dan memfasilitasi 16 kelompok usaha besar untuk bermitra dengan pondok pesantren dan kelompok masyarakat berbasis keagamaan.

“Saya juga berharap ini dapat direplikasi melalui dukungan kelompok usaha lain, BUMN, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, perbankan, dan organisasi kemasyarakatan,” kata Darmin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X