Imbas Tsunami, Penumpang Angkutan Penyeberangan di Merak Turun Drastis

Kompas.com - 26/12/2018, 17:06 WIB
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setyadi di Kantor Kemenhub, Rabu (4/7/2018). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setyadi di Kantor Kemenhub, Rabu (4/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah penumpang angkutan penyeberangan di Pelabuhan Merak-Bakaheuni menurun drastis imbas bencana tsunami yang melanda Selat Sunda.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, pada 21 sampai 22 Desember arus penumpang angkutan penyebrangan meningkat. Namun setelah kejadian, lanjut dia, arus penumpang langsung turun drastis.

Berdasarkan data Kemenhub, pada 21 Desember 2018 tercatat ada 51.384 penumpang yang menggunakan moda transportasi penyeberangan di Pelabuhan Merak. Di 22 Desember jumlah itu meningkat menjadi 66.897 penumpang.

Pasca terjadinya tsunami, atau di 23 Desember 2018 jumlah penumpang menurun drastis menjadi 36.585. Sedangkan di 24 Desember 2018 jumlah penumpang menjadi 31.241.

Baca juga: Update Tsunami Selat Sunda: 430 Meninggal Dunia, 1.495 Luka-luka, dan 159 Hilang

"Di angkutan penyeberangan pada 21 dan 22 Desember naik tinggi. Namun setelah itu turun drastis," ujar Budi di Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Budi menambahkan, jumlah penumpang di 23 Desember 2017 mencapai 60.532. Adapun pada 24 Desember 2017 jumlah penumpang tercatat 31.241.

Menurut dia, masyarakat masih banyak merasa khawatir dengan kondisi perairan di Selat Sunda. Atas dasar itu jumlah penumpang mengalami penurunan.

"Di Merak banyak masyarakat yang enggan menyeberang karena ombak. Masyarakat juga masih banyak yang bertanya gimana dengan kondisi penyeberangan," kata Budi.

Sebelumnya, tsunami melanda pantai di sekitar Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) malam. Tsunami tersebut dipicu oleh longsoran bawah laut dan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (25/12/2018) pukul 13.00 WIB, sebanyak 429 orang meninggal dunia karena kejadian ini. Sementara kerugian ekonomi masih dalam pendataan.

Selain korban meninggal, tercatat 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang. BNPB juga mencatat, ada 16.802 orang yang mengungsi di sejumlah daerah.

Jumlah ini masih sangat mungkin bertambah seiring dengan proses evakuasi yang masih terus dilakukan.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X