Pengembang: Tanjung Lesung Sudah Abrasi, Tapi Investor Ingin Dekat Pantai...

Kompas.com - 28/12/2018, 11:00 WIB
Chairman Jababeka Group, Setyono Djuandi Darmono memberikan keterangan terkait kondisi kawasan wisata Tanjung Lesung, Lampung di Jakarta Pusat, Senin (24/12/2018). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Chairman Jababeka Group, Setyono Djuandi Darmono memberikan keterangan terkait kondisi kawasan wisata Tanjung Lesung, Lampung di Jakarta Pusat, Senin (24/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jababeka Tbk selaku pengembang Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) Tanjung Lesung mengungkapan, sebagian besar investor lebih tertarik dengan wilayah pesisir pantai kawasan tersebut.

Padahal sepanjang pesisir pantau di Tanjung Lesung sudah mengalami abrasi. Akibatnya air garis pantai kian menyusut sedangkan air laut kian mendekat ke daratan.

"Kita di Tanjung Lesung kan terjadi abrasi, semua investor ingin dekat pantai," ujar Chairman & Founder PT. Jababeka Group, Setyono Djuandi Darmono di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Baca juga: Darmin: Aneh Kalau KEK Tanjung Lesung Tak Punya Asuransi

"Nah kita bilang lihat kalau di pantai gini, lebih aman di gunung. Jadi gunung juga bisa kami bangunkan itu kan lebih aman," sambung dia.

Seperti diketahui, KEK Tanjung Lesung menjadi salah satu kawasan yang diterjang oleh gelombang tsunami Selat Sunda yang terjadi pada 22 Desember 2018 lalu.

Ditanya soal kemungkinan relokasi bangunan di sekitar pantai Tanjung Lesung, Setyono justru menjelaskan tata ruang bangunan-bangunan tersebut.

"Kami memang dalam tata ruang sudah 100 meter dari pantai, tapi memang abrasi. Pantai mendekat. Orang senangnya di pantai, pesta juga kerap di pantai," kata dia.

Baca juga: Pasca-tsunami, Bagaimana Nasib Investasi di KEK Tanjung Lesung?

Bersama Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jababeka fokus kepada upaya pencegahan bencana di Tanjung Lesung. Diantaranya pentingnya alat peringatan dini, pemecah ombak, hingga pelatihan mitigasi bencana.

"Itu harus digalakan. Dan KEK kan sebenarnya wilayah percontohan, kalau ini digalakkan seluruh Banten ikut, KEK-KEK lain juga ikut. Itu lah yang dibahas tadi, semua dianggap pelajaran, saling belajar, enggak saling nyalahin," ucap dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Earn Smart
Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X