Cegah Pekerja Anak, Sampoerna Gelar Festival Rumah Pintar

Kompas.com - 28/12/2018, 13:02 WIB
Festival Rumah Pintar Sampoerna di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Dok. Sampoerna Festival Rumah Pintar Sampoerna di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT HM Sampoerna Tbk menggelar Festival Rumah Pintar di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ini adalah upaya perseroan dalam mencegah dan meminimalisir keterlibatan anak-anak dalam perkebunan dan pengolahan tembakau.

Rumah Pintar merupakan program layanan bagi anak-anak usia 7-18 tahun (SD-SMA) dengan kegiatan positif dan edukatif. Program ini juga merupakan upaya Sampoerna mendukung kebijakan pemerintah mencapai Indonesia Bebas Pekerja Anak 2022.

Atas inisiatifnya mengurangi keterlibatan anak-anak di pertanian tembakau, program Rumah Pintar oleh Sampoerna ini pun mendapatkan sambutan yang positif dari pemerintah.

Pada tahun 2018, terdapat 22 Rumah Pintar di berbagai wilayah NTB. Dari jumlah tersebut, 8 Rumah Pintar bermitra dgn Koalisi Perempuan Indonesia dan 14 Rumah Pintar bermitra dengan Lembaga Transform.

”Kami bersama mitra, baik LSM maupun pemasok, berkomitmen mencegah dan mengeliminasi praktik pekerja anak di Lombok. Oleh karena itu, melalui payung program tanggung jawab sosial perusahaan ’Sampoerna Untuk Indonesia’, kami mempersembahkan program Rumah Pintar untuk menyediakan ruang belajar dan bermain yang produktif bagi anak-anak di luar waktu sekolah," kata Kepala Hubungan Daerah & CSR Sampoerna, Ervin Laurence Pakpahan dalam pernyataannya, Jumat (28/12/2018).

Berdasarkan data Lembaga Transform, program Rumah Pintar telah menjadi tempat bermain dan belajar bagi 7.037 anak atau 74 persen dari total jumlah anak-anak di 14 desa. Sehingga, mereka tidak menggunakan waktu luangnya untuk kegiatan di ladang tembakau.

Daerah yang dipilih untuk lokasi program adalah desa penghasil tembakau, seperti Desa Padamara, Setanggor, Jantuk, Kabar, Rumbuk, Sukadana, Montong Baan, Sakra Selatan, Gelanggang, Bungtiang, Senyiur, Batu Putik, Sepapan, dan Jerowaru. Program ini juga melibatkan 163 orang warga setempat sebagai fasilitator lapangan, pengelola, dan mentor.

 



Close Ads X