Tutup Tahun, Bos BEI Pamer Capaian Kinerja Tahun 2018 - Kompas.com

Tutup Tahun, Bos BEI Pamer Capaian Kinerja Tahun 2018

Kompas.com - 28/12/2018, 17:23 WIB
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (duduk tengah) saat konferensi pers di kantor BEI di Jakarta, Jumat (28/12/2018).KOMPAS.com/MUTIA FAUZIA Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (duduk tengah) saat konferensi pers di kantor BEI di Jakarta, Jumat (28/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Sore hari ini, pukul 16.15 Presiden Joko Widodo resmi menutup perdagangan saham Bursa Efek Indonesia ( BEI) untuk tahun 2018.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi pun membeberkan beberapa capaian BEI sepanjang 2018. Yang pertama, total dana yang dihimpun atau fund raised mencapai Rp 16,01 trliun. Jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai Rp 9,5 triliun, angka tersebut meningkat cukup signifikan.

Inarno pun membeberkan capaian BEI lainnya, yaitu terdapat 57 perusahaan baru yang mencatatkan sahamnya di BEI. Capaian ini adalah yang terbanyak sejak tahun 1992. Sehingga secara keseluruhan saat ini terdapat 619 emiten di BEI.

“Total dana yang dihimpun Rp16,01 triliun, naik dari sebelumnya Rp 9,5 triliun,” kata Inarno dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Inarno menyatakan, total rata-rata nilai transaksi harian saham (RNTH) BEI  mencapai Rp 8,5 triliun atau meningkat 11 persen dibandingkan tahun lalu. Selain itu, dia juga mengklaim untuk rata-rata frekuensi transaksi harian mencapai 386.968 kali atau yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

"Hal itu merupakan yang terbesar di antara bursa di kawasan regional," ujar Inarno.

Tak hanya jumlah investor dan transaksi saja yang meningkat cukup signifikan, hal yang sama juga berlaku untuk jumlah investor yang sepanjang tahun ini sudah bertambah 226.096 investor sehingga secar keseluruhan total investor saham mencapai 851.093 investor, dengan rata-rata investor saham aktif harian mencapai 40.072 atau meningkat 29 persen secara tahunan sepanjang 2018.

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) tahun ini mencapai level tertinggi pada 6.689.

Di akhir tahun ini, BEI juga telah melakukan percepatan transaksi pasar modal dari T+3 menjadi T+2 . Langkah ini dilakukan jauh lebih dulu dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia.

Pada hari perdagangan terakhir tahun 2018 ini, IHSG ditutup naik tipis yakni 3,86 poin (0,06 persen) ke posisi 6.194,49.



Close Ads X