Peluang Tukang Cukur untuk Dapat KUR Kian Terbuka

Kompas.com - 28/12/2018, 18:11 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat diwawancarai di Lombok, NTB, Jumat (21/9/2018). -KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat diwawancarai di Lombok, NTB, Jumat (21/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mewajibkan perbankan untuk menyalurkan 60 persen kredit usaha rakyat (KUR) ke sektor produksi, bukan lagi ke sektor perdagangan.

Dengan begitu peluang para pelaku usaha mikro dan kecil mendapatkan KUR akan kian terbuka. Sebab alokasinya kini ditujukan kepada sektor produksi.

"Berproduksi bukan hanya barang, salon jg produksi, jasa juga produksi. Tukang cukur juga produksi, e-commerce juga produksi," ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Selama ini kata Darmin, bank kerap lebih suka menyalurkan KUR kepada sektor perdagangan. Sebab kreditnya tiap tahun akan terus membesar, tidak pernah turun.

Baca juga: Darmin: Pemerintah Tak Ingin Penyaluran KUR Banyak ke Sektor Perdagangan

Sementara sektor produksi tak dilirik lantaran saat panen, KUR akan langsung dilunasi oleh petani. Oleh karena itu bank lebih suka memberi kredit ke pedagang.

"Buat pegawai bank, (memberi kredit ke sektor produksi) itu tidak bagus untuk kinerjanya, jadi enggak menarik," kata dia.

Darmin menegaskan, keputusan itu bukan bertujuan untuk menghambat perbankan. Namun KUR lebih diarahkan untuk sektor masyarakat yang dinilai lebih membutuhkan.

"Jadi itu sudah dipikirkan baik-baik untuk membantu orang banyak," kata Darmin.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menyampaikan, total realisasi KUR sampai dengan 30 November 2018 sebesar Rp 118 triliun, atau 95,7 persen dari target tahun 2018 sebesar Rp 123,801 triliun.

Penyaluran KUR masih didominasi untuk skema KUR Mikro (65,8 persen ) diikuti dengan skema KUR kecil (33,9 persen) dan KUR TKI (0,3 persen). Berdasarkan wilayah, penyaluran KUR didominasi di Pulau Jawa, dengan porsi penyaluran sebesar 55 persen, diikuti dengan Sumatera 19,3 persen dan Sulawesi 11,1 persen.

Adapun penyaluran KUR untuk sektor produksi terus berjalan untuk mengejar target sebesar 50 persen di tahun 2018. Namun hingga 30 November 2018, tercatat porsi penyaluran KUR sektor produksi yakni pertanian, perikanan, industri, konstruksi, dan jasa - jasa baru sebesar 45,6 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X