Suka Belanja? Waspadai Diskon Abal-abal Akhir Tahun

Kompas.com - 30/12/2018, 17:40 WIB
Ilustrasi diskon SHUTTERSTOCKIlustrasi diskon

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI) mengimbau dan meminta masyarakat agar mewaspadai diskon akhir tahun yang biasanya diberikan pusat perbelanjaan. Sebab, hingga kini masih terdapat diskon abal-abal alias bohong.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, salah satu karakter konsumen adalah mendapatkan diskon harga saat melakukan transaksi pembelian, baik produk barang dan atau jasa. Sementara dari sisi marketing, merupakan hal lumrah produsen memberikan diskon atau promosi terhadap barang yang dijual, apalagi menjelang tutup tahun.

"Banyak pusat-pusat belanja yang menawarkan great sale, big sale, mid night sale, dan lain-lain," kata Tulus dalam keterangan resminya dikutip Kompas.com, Minggu (30/12/2018).

Menurut Tulus, banyaknya diskon yang dihadirkan pusat perbelanjaan atau produsen tersebut harus dicermati dengan baik dan bijak. Selain itu, konsumen juga harus bersikap cerdas dan waspada.

"Mengapa? lazimnya pemberian diskon dilakukan dengan cara menaikkan harga terlebih dahulu, lalu diberikan diskon atau potongan harga. Jika hal ini yang terjadi maka layak disebut diskon palsu alias diskon abal-abal. Lihatlah harga barang tersebut dengan kualitasnya, kalau perlu dibandingkan dengan barang sejenis di tempat lain," jelasnya.

Dia menambahkan, konsumen juga sebaiknya waspadai strategi marketing seperti 'membeli dua, gratis satu'. Bisa jadi konsumen merasa lebih murah karena mendapatkan tiga item barang, tapi harga yang dikeluarkan untuk dua item barang saja. Konsumen tidak sadar bahwa ini adalah jebakan betman.

"Karena konsumen harus mengeluarkan uang lebih banyak dari rencana semula," tuturnya.

Praktik lain, sambung Tulus, diskon diberikan tetapi untuk barang yang sudah lama (old fashion), khususnya untuk produk sandang. Bahkan yang lebih ekstrim diskon diberikan karena barang tersebut ada cacat tersembunyi misalnya sobek, kancingnya sudah lepas, dan lainnya.

"Bahkan pada batas tertentu diskon diberikan kepada produk makanan atau minuman yang sudah mendekati kadaluwarsa," ujarnya.

Selain mengingatkan konsumen, YLKI juga meminta para pelaku usaha untuk tetap mengedepankan itikad baik dalam berbisnis. Jangan mengusung praktik dagang curang dan manipulatif.

Pasalnya, praktik ini masuk ke dalam tindakan kriminal dan bisa dipidana menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Seharusnya pemerintah, khususnya Kemendag dan atau Dinas Perdagangan rutin melakukan market control untuk checking harga. Apalagi dalam momen hari raya atau tutup tahun. Dan memberikan sanksi tegas bagi pelaku usaha atau retailer yang nakal dan melanggar aturan," tegasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X